Min.co.id ~ Charleston, AS ~ Bagi sebagian petenis, bermain di kandang sendiri adalah keistimewaan. Tapi bagi Emma Navarro, Charleston justru menjadi badai mental yang berkepanjangan—hingga akhirnya pada Jumat (4/4), ia menaklukkannya dengan gemilang.
Setelah enam kali gagal melewati babak awal di Charleston Open, Navarro membalikkan takdir dengan cara dramatis. Ia menumbangkan unggulan ke-15, Ashlyn Krueger, lewat pertarungan tiga set: 4-6, 6-4, 6-2. Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke perempat final, tapi juga simbol kemenangan atas tekanan yang selama ini membelenggunya.
“Saya harus terus ingat bahwa ini bukan liburan keluarga, ini turnamen,” ucap Navarro dengan senyum getir, menggambarkan betapa peliknya bermain di tengah kenyamanan kampung halaman.
Tertinggal satu set dan satu break, Navarro nyaris tersingkir. Namun ia menunjukkan kelas seorang petarung, merangkai pukulan demi pukulan dengan ketenangan luar biasa. Krueger yang sempat dominan, dibuat tak berkutik saat Navarro mulai menemukan ritme dan agresivitasnya.
Lawan Navarro selanjutnya bukan sembarang nama: Amanda Anisimova, unggulan ke-8, yang juga dua kali mengalahkan Navarro di Indian Wells dan Toronto. Namun Navarro tak gentar. Ia menyebut gaya bermain Anisimova mirip Krueger—agresif, tajam dari baseline, tapi bukan tanpa celah.
“Saya belajar banyak hari ini. Mungkin ini waktunya membalikkan rekor,” ucap Navarro, dengan sorot mata penuh tekad.
Charleston akhirnya bukan lagi tempat kutukan, tapi panggung kebangkitan bagi Navarro. Dan bagi penonton yang memadati stadion, mereka tahu: putri daerah ini akhirnya pulang dengan membawa kemenangan.(*)
Editor: Achmad










Komentar