Min.co.id ~ Jakarta ~ Malam kesepuluh Ramadhan membawa angin segar bagi umat Muslim yang tekun menunaikan salat tarawih. Di balik kekhusyukan rakaat demi rakaat, tersimpan pahala berlimpah yang menanti.
Berdasarkan hadits riwayat Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang shalat malam sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, maka ia seperti telah berdiri (shalat) malam seratus dua puluh malam.”
Keutamaan malam kesepuluh tarawih tak hanya di situ. Allah SWT menjanjikan kebaikan dunia dan akhirat bagi hamba-Nya yang beribadah dengan penuh keikhlasan.
“Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat,” bunyi sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah.
Kebaikan dunia dapat diartikan sebagai kelancaran rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan. Sedangkan kebaikan akhirat meliputi ampunan dosa, pahala yang berlimpah, dan surga Allah SWT.
Malam kesepuluh tarawih menjadi momentum istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadahnya. Memperbanyak doa, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah menjadi amalan yang dianjurkan.
Di tengah kesibukan duniawi, menyempatkan diri untuk menunaikan salat tarawih di malam kesepuluh merupakan sebuah keuntungan yang tak ternilai.
Mari jadikan malam kesepuluh tarawih sebagai momen untuk meraih limpahan rahmat dan karunia Allah SWT. Semoga Allah SWT menerima amalan kita dan memberikan pahala yang berlimpah.(red)










Komentar