Min.co.id ~ Jakarta ~ Mudik Lebaran tahun ini diprediksi akan diikuti oleh 194 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 Lebaran.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub bersama BPS dan Universitas Gadjah Mada (UGM), sebanyak 194,6 juta orang atau 71,7% dari penduduk Indonesia akan melakukan pergerakan selama periode mudik Lebaran 2024.
“Angka ini menunjukkan peningkatan 10,1% dibandingkan tahun 2023 yang sebanyak 176,9 juta orang,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (14/3).
Dari total 194,6 juta orang yang mudik, mayoritas menggunakan moda transportasi darat, yaitu sebanyak 111,7 juta orang (57,4%). Kemudian, disusul dengan moda transportasi udara 58,2 juta orang (29,9%), kereta api 3,1 juta orang (1,6%), dan laut 1,6 juta orang (0,8%).
Budi mengatakan, Kemenhub telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan pemudik tahun ini, di antaranya:
Menambah jumlah armada transportasi: Kemenhub akan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan operator transportasi untuk menambah jumlah armada bus, kereta api, dan pesawat terbang.
Meningkatkan infrastruktur transportasi: Kemenhub akan melakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan tol, rel kereta api, dan bandara.
Memberlakukan sistem satu arah (SSA): Kemenhub akan memberlakukan SSA di ruas jalan tol tertentu untuk mengurai kemacetan.
Menerapkan sistem ganjil-genap: Kemenhub akan menerapkan sistem ganjil-genap di beberapa ruas jalan di Jakarta dan kota besar lainnya.
Budi mengimbau kepada masyarakat untuk merencanakan mudiknya sedini mungkin dan memilih waktu mudik yang tidak bertepatan dengan puncak arus mudik.
“Kami imbau masyarakat untuk mudik lebih awal atau setelah puncak arus mudik. Hal ini untuk menghindari kemacetan dan kepadatan di jalur mudik,” ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga protokol kesehatan selama perjalanan mudik.(red)






Komentar