Min.co.id ~ Indramayu ~ Kasus perampokan disertai pembunuhan yang menimpa wanita pengusaha agen perbankan di Indramayu masih terus diselidiki polisi. Beberapa saksi dimintai keterangan penyidik Polres Indramayu.
Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar bahkan turun langsung memimpin olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban Maesaroh (50) diduga menjadi korban perampokan karena uang senilai Rp 50 juta disebutkan keluarga hilang.
Korban sebelumnya ditemukan tergeletak tak bernyawa di lantai dalam rumah sekaligus toko agen BRILink miliknya di Desa Tenajar Kidul, Kecamatan Kertasemaya Indramayu pada Senin (4/3/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.
“Untuk saat ini kami masih terus mengumpulkan alat bukti,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi di Mapolres Indramayu, Selasa (5/3/2024).
Fahri menjelaskan, dari hasil olah TKP sementara, pihak kepolisian mencatat barang-barang yang diduga hilang.
Namun, polisi belum bisa memastikan apakah barang itu memang benar hilang atau tidak pada tempatnya.
Sebelumnya, warga Desa Tenajur Kidul gempar dengan ditemukannya wanita pengusaha tersebut dalam kondisi tidak bernyawa. Maesaroh mengalami luka di kepala diduga akibat hantaman benda tumpul. Keluarga menyebut uang Rp 50 juta milik korban raib. (Edi)










Komentar