Suyanti, Orang Tua Santri Ponpes di Kediri Mencari Keadilan Wafatnya Bintang Balqis Maulana

Min.co.id ~ Kediri ~ Orang tua santri asal Banyuwangi Bintang Balqis Maulana (14), yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya oleh seniornya di (Ponpes) PPTQ Al Hanifiyyah di Kabupaten Kediri, mencari keadilan demi anaknya.

Suyanti selaku ibu korban serta keluarganya sengaja datang ke Kota Kediri bersama dengan keluarganya juga dengan jajaran Pemerintah Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi.

Dihadapan sejumlah awak media di Kediri, Suyanti selaku ibu korban menegaskan tidak ada kata damai seperti yang diutarakan tim pengacara pelaku.

“Saya tidak akan berdamai dengan alasan kasihan, saya minta dihukum seberat beratnya”, ucap Suyanti ditemui di salah satu stasiun radio di Kediri, Senin (4/3/2024).

Ia juga meminta pertanggung jawaban kepada pihak pondok yang dituding lalai hingga mengakibatkan hilangnya nyawa anaknya serta berharap dihukum seberat beratnya.

“Saya beraharap pihak ponpes bertanggung jawab,” tegas Suyanti dan suaminya Rustam Efendi.

Untuk diketahui, Polres Kediri Kota mengamankan empat orang tersangka dalam kasus penganiayaan hingga tewas terhadap Bintang Balqis Maulana, santri asal Banyuwangi. Keempat pelaku adalah teman mondok korban di PPTQ Al-Hanafiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Pelaku masing-masing yakni NN (18) siswa kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) siswa kelas 12 warga Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar Bali, dan AK (17) asal Surabaya. (Chandra)

Komentar

News Feed