Min.co.id-Jakarta-Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak para perempuan penggerak ekonomi, untuk terus memiliki literasi digital yang mumpuni dalam mengatasi berbagai hambatan pemulihan ekonomi di masa pandemi.
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Lenny N Rosalin, menuturkan pemulihan ekonomi nasional dapat diupayakan, dan salah satunya dengan meningkatkan kemampuan kewirausahaan perempuan. Pembukaan usaha baru dan perluasan usaha akan mendorong tersedianya lapangan kerja dan menyerap angkatan kerja.
“Tentunya untuk menciptakan peluang wirausaha yang berkelanjutan, perempuan tidak hanya memiliki keterampilan berbisnis, akses terhadap permodalan, maupun literasi keuangan saja. Tetapi perempuan juga harus memiliki literasi digital yang mumpuni apalagi dimasa pandemi, pasca pandemi dan menuju pradaban 4.0 ini, dan tentunya kondisi perempuan juga harus dalam keadaan sehat jasmani dan mental,” jelasnya dalam keterangan yang diperoleh pada Selasa (22/3/2022).
Lenny mengatakan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan penggerak strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Faktanya, 99,9 persen usaha di Indonesia merupakan UMKM dan lebih dari 50 persen UMKM dimiliki dan dikelola oleh perempuan. Pemerintah memandang besarnya potensi dan partisipasi perempuan dalam pemulihan ekonomi dunia pasca pandemi merupakan hal yang sangat esensial.
Oleh karena itu, penggunaan platform digital dipandangnya dapat memainkan peran kunci dalam mendukung UMKM untuk mengatasi pandemi dan penurunan ekonomi.
“Sebanyak 54 persen perempuan pemilik UMKM menggunakan internet dan memasuki pasar online selama COVID-19, hal ini berdampak baik bagi usahanya. Oleh karena itu, penggunaan solusi digital yang lebih luas baik platform digital maupun alat digital dapat membantu UMKM milik perempuan dalam mengatasi penurunan pendapatan,” tambah Lenny.
Dengan tantangan ke depan yang semakin berat, pemerintah tentunya tidak dapat bekerja sendirian. Lenny menegaskan sinergi antara pemerintah pusat hingga desa, lembaga masyarakat dan organisasi perempuan, akademisi dan profesional, dunia usaha, media hingga masyarakat luas menjadi kunci dalam pemberdayaan perempuan dan menciptakan kesetaraan gender di berbagai bidang pembangunan termasuk bidang ekonomi.
“Kami juga memohon seluruh pihak untuk bersama-sama bergandengan tangan, menyatukan kekuatan dan menatap satu tujuan bersama yaitu dunia yang setara di masa kini dan masa depan. Bersama-sama kita ciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya, mempelajari sebanyak-banyaknya ilmu, dan membuka berbagai kesempatan baru,” tutup Lenny.
sumber : infopublik










Komentar