Kenah, Penjual Getuk Boled yang Sehari-hari Berjualan dengan Berjalan Kaki

Min.co.id, Indramayu – Getuk boled merupakan salah satu makanan khas Indramayu. Kehadiranya pun kian sulit untuk dijumpai. Meski begitu, masih ada penjual getuk boled yang menjajakan jualannya dengan berjalan kaki.

Kenah salah satu pedagang makanan khas Kabupaten Indramayu yaitu Getuk Boled masih menjualkan dagangannya dengan berkeliling hanya berjalan kaki ditengah-tengah terik matahari.

“Selama ini berjualan getuk boled hanya berjalan kaki dengan menggedong getuk menggunakan cepon. Berkeliling di tempat keramaian. Lumayan apabila habis terjual semua bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya,” kata Kenah di Pabean Udik Kabupaten Indramayu, Selasa (21/9/2021).

Memasuki umur yang menginjak 55 sebagai penjual makanan tradisonal Getuk Boled Kenah mengaku sering sakit dan kelelahan. Namun karena masih banyaknya masyarakat mencari makanan tradisonal dirinya masih terus menjalankan aktivitasnya.

“Capek kalau sudah sampai rumah. Mungkin karen sudah tua. Tapi, dengan masih banyaknya pembeli, jadi saya tetap berjualan,” kata Kenah.

Salah satu pembeli, Waryan, mengatakan getuk buatan Kenah sangat ia sukai.

“Sudah murah enak dan mengenyangkan,” ujar Waryan.

Getuk Boled sudah menjadi bagian dari hidup Kenah karena jualannya turun-temurun dari orang tuannya. Untuk membuat Getuk Boled harus dimulai sejak dini hari dengan dibantu oleh sang suami. Getuk boled yang berbahan baku ubi jalar itu dikukus hingga matang kemudian dihancurkan menggunakan sendok dan diratakan hingga dipotong kotak-kotak serta ditaburi serutan kelapa.

“Proses pembuatan getuk boled ini dimulai pukul 3 pagi dengan dibantu sang suami ubi jalar dikukus hingga matang dan kemudian dicetak kotak-kotak serta ditaburi serutan kelapa. Getuk Boled pun siap dijual,” ujarnya.

Kenah menjual getuk boled seharga Rp5.000 per bungkus. Apabila habis terjual semua, Kenah bisa mendapatkan uang antara Rp150.000 – Rp180.000 per harinya. (Vino)

Komentar

News Feed