Rumah Warga di Desa Tegalsari Terbakar, Waspada Musim Kemarau Api Cepat Berkobar

Min.co.id – Majalengka – Kebakaran sebuah rumah di Desa Tegalsari Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka. Hal ini diduga karena Human Error (Sambaran api ke Gas ketika memperbaiki Regulator Gas Elpiji). Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya, ditaksir korban mengalami kerugian kurang lebih yang diakibtakan kebakaran senilai Rp100 juta dan menimbulkan kerusakan bangunan 80%.

Informasi yang dihimpun, rumah yang terbakar habis tersebut milik Warya Sudarya (61) warga Desa Tegalsari Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka.

“Iya Betul Pak, rumah saya terjadi Kebakaran,” kata Warya.

Dihubungi min.co.id Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Majalengka Bp Drs. Toto Prihatno, S.Sos. MP. melalui Kabid Damkar dan Penyelamatan, Dhany Eka Rahadian, S.Sos. menerangkan bahwa, “Kejadian itu terjadi pada malam hari Jumat 20 Agustus 2021, Kami terima laporan pukul 20.30 WIB di Desa Tegalsari Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, milik Bapak Warya. Kami sigap dengan laporan tersebut dan menyelesaikannya dengan dibantu berbagai pihak dan kondisi air yang memadai pada pukul 21.42 WIB,” terangnya, Sabtu (21/08/2021).

Ia menuturkan, api yang diduga berasal karena Human Error. Diduga api awal disebabkan gagal mengganti regulator gas Elpiji dekat kompor yang sedang menyala. Embusan angin musim kemarau juga membuat api dengan cepat berkobar.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya kerugian akibat kebakaran ditaksir kurang lebih Rp100 juta dan kerusakan bangunan hampir 80%. Kami mengapresiasi respon cepat antisipasi kebakaran warga setempat sebelum kami tiba cukup bagus sehingga bencana besar dapat dihindari. Dan kami berterima kasih atas kerjasama dari Warga sekitar, Kepolisian, TNI, BPBD, Tagana, IEA, dan anggota Pramuka dalam membantu tugas kami,” ujar Dhany.

Dhany juga mengimbau kepada masyarakat Majalengka khususnya, untuk itu lebih berhati-hati dan meningkatakn kewaspadaan apalagi di musim kemarau ini dengan potensi angin kencang yang bisa menyebabkan api mudah membesar.

“Pada musim kemarau ini tingkat resiko kebakaran menjadi lebih tinggi. Siang lebih panas, sedangkan angin malam lebih kencang, berpotensi api lebih cepat membesar. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (SP)

Komentar

News Feed