Ternak Bebek, Solusi Usaha di Masa Pandemi Covid-19

Min.co.id – Indramayu – Bertenak menjadi salah satu pilihan dari warga jalan Samsu Desa Margadadi Decamatan Margadadi. Ditemui dalam aktivitasnya sedang bersantai sehabis lelah seharian memberikan makan bebek, Senin (09/08/2021).

Jono, pemilik dan sekaligus peternak bebek, mengatakan bisnis ternak bebek sudah dijalankan selama 10 Tahun.

Proses ternak bebek ada 2 tempat, usia bebek 0-25 hari berada di lahan jalan Samsu, sedangkan sudah usia 25 hari ke atas pindah ke persawahan karena di persawahan terdapat sisa air sawah.

“Ternak bebeknya ada dua jenis, bebek telur dan daging. Tapi di sini saya mengutamakan untuk bebek daging. Awal mula membeli bibit berupa bebek kecil sebanyak 700 ekor dan dipelihara hingga usia minimal 5 bulan. Setelah bebek besar di atas 5 bulan, maka ada tengkulak yang mengambilnya untuk di jual,” ungkap Jono.

Harga jual bebek sendiri juga memiliki harga yang lumayan, usia 5 bulan bisa di hargai Rp 60.000/ekor. Jika bebek sudah bertelur bisa di harga Rp 70.000-80.000/ekor. Peternak bebek dalam 1 tahun bisa menghasilkan omset 2X (kali) dalan setahun.

Jono juga mengatakan kalau di masa pandemi, sangat memengaruhi penjualan. Hasil ternaknya sangat menurun dratis. Apalagi jika ada penyakit, maka bebek yang dihasilkan bisa berkurang. Ia berharap agar peternak bebek bisa mendapatkan bantuan misalnya pakan, ataupun bibit bebek, sehingga sedikit membantu untuk bisa tetap bertahan menjadi peternak. (Phu)

Komentar

News Feed