Budhi : Pemda Majalengka Harus Mulai Peka dan Waspada Terhadap Bencana Banjir dan Longsor

Min.co.id – Majalengka – Banyaknya banjir dan longsor di Majalengka yang sudah terjadi dibeberapa tempat bahkan menjadi viral di Medsos maupun pemberitaan nasional menjadi perhatian khusus dari LSM Penjara Indonesia.

Seperti dikatakan LSM Penjara Indonesia melalui Ketua DPD Provinsi Jawa Barat DB. Setiabudhi atau yang lebih dikenal Budhi, dalam melaksanakan bentuk sinergitas dan kerja sama antara LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara Indonesia dengan Pemerintah Daerah Majalengka, baru-baru ini mengadakan giat silaturahmi dan diskusi dengan pemerintah melalui Sekretaris Daerah.

Dalam kesempatan itu, LSM Penjara Indonesia melalui menyampaikan beberapa hal. Diantaranya, terkait dengan peristiwa banjir yang sempat melanda lebih dari 5 kecamatan di Kabupaten Majalengka. Khususnya di daerah Kecamatan Kertajati yang menurut analisanya bisa jadi merupakan dampak dari pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

DB. Setiabudhi menyampaikan kepada Sekda agar memberi masukan kepada BIJB untuk membuat sudatan-sudatan sehingga bisa menampung air yang kemudian mengalirkannya ke Sungai di daerah tersebut. Kemudian menyarankan pula agar memberi masukan ke BBWS agar membuka atau melakukan normalisasi sungai sehingga mampu menampung volume air yang lebih besar.

DB. Setiabudhi juga mengajak masyarakat untuk sadar kebersihan dan banjir, “Agar tidak membuang sampah sembarangan atau menghindari pembangunan yang memakan parit atau saluran-saluran air. Ketika hujan ekstrim terjadi, dikhawatirkan saluran air tidak mampu menampung air karena sempit dan terhambat sampah,” ucapnya saat di tanya melalui WhatsApp, Selasa (23/3/2021).

LSM Penjara Indonesia juga menyampaikan tentang dampak dari percobaan rekayasa jalur lalu lintas Jl. K.H. Abdul Halim agar memperhatikan dampak yang terjadi dan mempersiapkan penyangga dampak dari rekayasa lalu lintas tersebut. Jumlah kendaraan R2 dan R4 yang semakin padat tentunya harus disangga dengan membangun pengatur lalu lintas di setiap perempatan. Akibat pengalihan jalur lalu lintas membuat kepadatan ruas jalan lain dan oleh karenanya sudah harus ditambah dengan pembangunan lampu merah di setiap perempatan yang berpotensi terjadinya kecelakaan.

Sementara Sekertaris Daerah Majalengka Eman Suherman menyambut baik dan sangat berterima kasih kepada LSM Penjara Indonesia atas giat diskusinya. Melalui silaturahmi ini maka dirinya akan memperoleh masukan berupa hal-hal yang tidak sempat terpantau sehingga dari yang tidak tahu menjadi tahu.

Eman sangat setuju dengan masukan-masukan yang disampaikan, karena konsep yang disampaikan LSM Penjara Indonesia sama dengan pemerintah terkait dengan banjir dan rekayasa lalu lintas.

Di samping itu, dengan telah dibentuknya Tim Sigap Bencana LSM Penjara Indonesia meminta kepada kepala Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Majalengka yang pada kesempatan hari itu hadir, agar mengakomodir dan bekerja sama dengan Tim Sigap Bencana Kabupaten Majalengka. (Topik)

Komentar

News Feed