Min.co.id – Indramayu – Meski tanpa membawa nama lembaga, delapan relawan dari berbagai macam latar belakang, berkolaborasi dengan PMI Indramayu dan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Unwir mengadakan trauma healing dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk penyintas banjir Indramayu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Blok Buyut Sukaraja RT 16 Desa Puntang dan Blok Jangga Tua Desa Jumbleng pada Rabu, (17/2/2021). Untuk pemeriksaan kesehatan, hanya dilakukan di Desa Puntang.
“Aksi ini merupakan kegiatan terakhir dari kami. Sebelumnya, kami menyalurkan bantuan berupa sembako, nasi bungkus, air mineral, pakaian layak pakai, sampai perlengkapan bayi di tujuh lokasi banjir. Seperti Tulungagung, Babadan, Puntang, Jangga Tua, Kandanghaur Ilir, Eretan, dan Cemara Kulon,” ungkap Ika, salah satu dari delapan relawan.
Ika juga menambahkan, semua bantuan yang disalurkan berasal dari berbagai kalangan masyarakat Indramayu yang peduli dengan banjir.
Adapun kegiatan trauma healing diisi dengan bermain permainan Ular Tangga PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), mewarnai, dogeng, dan materi tentang siaga bencana dari PMI.
“Karena targetnya anak-anak, materi tentang siaga bencana langsung membahas perihal teknis. Jadi, apa saja yang harus mereka lakukan saat ada bencana,” ujar Hendriyanto, Relawan PMI.
Menurut Hendriyanto, kegiatan pasca bencana biasanya sering luput dari perhatian. Padahal, hal tersebut tak kalah penting dari kegiatan saat bencana.
Sementara itu, Lia Fathana, tenaga kesehatan mengatakan, ada 48 masyarakat yang berobat. Rata-rata keluhan mereka, lambung, gatal, pegal-pegal, beberapa darah tinggi, asam urat, demam, batuk, dan sakit kepala.
Cati, salah satu masyarakat yang berobat menyampaikan ucapan terima kasihnya karena ada pengobatan gratis di lingkungan tempat tinggalnya. (iim)










Komentar