Warga Desa Cemara Kulon Kesulitan Air Bersih Karena Banjir

Min.co.id, Indramayu – Banjir yang menerjang Desa Cemara Kulon Kecamatan Losarang sejak Senin pagi (8/2/2021) hingga Kamis malam (11/2/2021) belum juga surut. Ketinggian air rata-rata setengah hingga satu meter. Akibat banjir, kini warga kesulitan air bersih.

“Kebutuhan yang paling darurat itu air bersih untuk minum, masak, maupun nyuci,” ungkap Vika, warga Desa Cemara Kulon.

Selain air, kebutuhan lain yang mendesak adalah kebutuhan pokok, terutama beras. Vika juga menambahkan, selama banjir mereka tidak kesulitan mencari lauk karena lauk didapatkan dari hasil memancing ikan di depan rumah yang terkena banjir.

Setidaknya sekitar 400 KK yang rumahnya terkena banjir. Tidak ada satupun posko pengungsian yang didirikan di sana. Warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke tetangga atau saudara.

Casmita, warga setempat menyampaikan bahwa tidak ada bantuan terpal apalagi tenda untuk mendirikan posko. Sehingga sebagian warga memilih bertahan di rumahnya. Kecuali yang rumahnya terendam parah.

Penyebab banjir di Desa Cemara diketahui berasal dari luapan Sungai Caplokan, dari muara yang dekat pemukiman warga, serta buangan air banjir dari beberapa desa.

“Kalau dibeberapa lokasi mulai surut, di sini malah airnya naik turun. Apalagi Cemara Kulon jadi desa terakhir pembuangan air dari Jumbleng, Puntang, Muntur, dan Terisi,” Ujar Sukana, warga setempat.

Sementara itu, bantuan yang selama ini masuk ke desa Cemara Kulon masih belum merata. Masih banyak warga yang terdampak banjir belum mendapatkan bantuan. Selain itu, mereka juga baru mendapatkan bantuan pengobatan gratis pagi ini. (iim)

Komentar

News Feed