450 KK Masih Terjebak Banjir di Desa Jumbleng dan Minim Bantuan

Min.co.id, Indramayu – Sulitnya akses evakuasi menyebabkan 450 KK dari 6 RT di Blok Jangga Tua Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang masih terjebak banjir di rumahnya. Hingga Selasa malam, ketinggian air masih sekitar 80 cm. Sebelumnya ketinggian air saat pagi mencapai lebih dari satu meter.

“Kemarin puncaknya. Arus deras sekali, bahkan perahu BPBD tidak bisa menembus arus saking derasnya,” ungkap Bambang Sugiyono, masyarakat setempat, Selasa (9/2/2021).

Selama tiga hari, warga yang terjebak belum mendapatkan bantuan secara merata. Bantuan yang masuk baru sedikit dan jumlahnya terbatas.

“Dari siang sudah ada dua bantuan yang berusaha masuk ke sini. Hanya saja belum sampai lokasi, di tengah jalan sudah dijarah,” tambah Bambang.

Hal sedana juga disampaikan oleh Kadarma, Ketua RW 03, bantuan yang masuk untuk warganya masih terbatas. Hal tersebut akhirnya membuat kecemburuan sosial bagi warga yang belum mendapatkan bantuan.

“Bantuan masih terbatas karena akses. Jangan untuk bantuan yang masuk ke sini, untuk evakuasi saja kami kesulitan. Warga akhirnya bertahan di sini. Kami juga bangun posko untuk warga meski seadanya,” ujar Kadarma.

Maringkem masyarakat Blok Jangga Tua beserta tiga anaknya mengaku belum mendapat bantuan dari manapun. Bahkan rumahnya hingga Selasa malam masih terendam banjir. Ia mengaku sudah mulai lelah dengan kondisi banjir yang tak kunjung surut.

Di samping itu, warga yang berhasil menyelamatkan diri tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. Sebagian dari mereka ada yang mengunsi di pemakaman, masjid, bahkan kedai kopi. (iim)

Komentar

News Feed