Min.co.id, Indramayu- Rahmadi sudah bertahun-tahun menjadi penjual kalender musiman di Ibukota. Namun, karena Pandemi Covid-19 laki-laki yang berasal dari Desa Pecuk ini akhirnya menjalankan pekerjaannya sebagai penjual kalender musiman di Indramayu.
“Sebelum pandemi saya pulang ke Indramayu. Eh, pas mau ke Jakarta lagi tidak bisa karena PSBB. Ya sudah, mau enggak mau jualannya di Indramayu,” ungkap Rahmadi, Selasa (2/2/2021).
Berjualan kalender di Indramayu tentu saja berbeda ketika menjual di Jakarta. Di Jakarta Rahmadi biasa menjual kalender sejak bulan November hingga Januari. Hasil penjualannya rata-rata 25 kalender dalam sehari. Sedangkan penjualan di Indramayu lebih sedikit. Terkadang dalam sehari bisa terjual hingga sepuluh kalender saja sudah terhitung banyak.
Meski tak seramai di Jakarta, penjualan kalender Rahmadi pada bulan lalu mencapai 500 kalender. Stok kalender Rahmadi dikirim dari Jakarta langsung. Jumlah stok kalendernya tidak pernah pasti. Tergantung banyaknya permintaan.
“Kalau sekarang sudah masuk bulan Februari, tapi masih banyak stok yang belum terjual. Biasanya kalau di Jakarta jualan kalender cuma sampai bulan Januari. Setelahnya berjualan yang lain lagi. Seperti aksesoris mobil, kanebo, kemoceng, dll,” ujar Rahmadi yang berjualan kalender di lampu lalu lintas Bundaran Mangga.
Dirinya juga mengatakan kalau kesulitan menjual kalender di Indramayu, yaitu sudah banyak orang-orang yang memiliki kalender sendiri di rumah. Karena biasanya awal tahun banyak yang memberi kalender gratis. Meski begitu, kalender yang ia jual masih tetap dicari pembeli. (iim)










Komentar