Pada zaman ini sulit kita temukan anak yang tidak memiliki Sosial Media. Minimal pasti punya Facebook, Twitter, ataupun Path. Punya Jejaring Sosial, Multitasking Akibatnya membuat anak tidak fokus. Naik motor sambil balas sms, Setelah shalat yang dicari HP, dzikir sambil buka Whatshapp. Yg mana jika hal ini dibiarkan akan sangat membahayakan.
Apapun inginnya selalu instan, makanannya instan. Dan orang tua pun terbawa dalam situasi ini. Dalam mendidik anak maunya juga instan, apapun yang instan tidak akan bertahan lama dan tidak baik. Orang tua ingin menyulap anaknya menjadi baik dalam seketika, padahal untuk membentuk karakter yang baik pada anak itu diperlukan proses. Karena terbawa situasi ini, akhirnya orang tua tidak mau melewati proses tersebut. Anak bandel sedikit, langsung ingin dimarahi ataupun di-pesantren-kan. Padahal orang tua sangat berperan penting dalam proses pembentukan karakter anak. Dan dalam melewati proses ini orang tua harus sabar dan sangat diperlukan ilmu. Ungkap Ust. Bendri.
Ust. Bendri melanjutkan, Fenomena saat ini yang sering terjadi adalah seorang ibu tidak siap untuk menyusui anaknya. Belum 2 tahun sudah ingin disapih, atau diberikan susu melalui botol sehingga hubungan batin ibu dan anak kurang dekat. Padahal saat menyusui anak itulah moment yg sangat penting untuk menjalin hubungan batin antara anak dan ibu. Kata Ust. Bendri.

Komentar