Di Usia 78 Tahun, Sarban Berharap Rumahnya Tak Lagi Membuat Cemas

Min.co.id | Indramayu — Bagi Sarban, 78 tahun, rumah bukan sekadar tempat pulang. Di sanalah ia menjalani hari-harinya. Namun, kondisi rumah yang ditempatinya di Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, selama ini belum sepenuhnya memberi rasa aman dan nyaman.

Kini, rumah itu akan dibongkar dan diperbaiki. Sarban pun harus sementara tinggal di rumah anaknya selama proses renovasi berlangsung.

Harapan baru itu datang melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sarban menjadi salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah yang masing-masing mendapat dukungan senilai Rp20 juta.

Bantuan tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu dari para muzakki. Penerima juga mendapat bantuan sembako dari Dinas Sosial.

Yang membuat Sarban berharap bukan hanya rumahnya akan terlihat lebih baik. Renovasi juga direncanakan mencakup pembangunan kamar mandi di dalam rumah.

Bagi orang yang sudah lanjut usia, fasilitas sederhana seperti itu dapat berarti besar. Aktivitas yang sebelumnya mungkin terasa merepotkan, terutama pada malam hari, diharapkan menjadi lebih mudah setelah rumah selesai diperbaiki.

“Saya sangat berterima kasih dan bersyukur mendapat bantuan ini. Selama ini rumah saya kondisinya kurang layak. Mudah-mudahan setelah diperbaiki bisa lebih nyaman dan aman untuk ditempati,” kata Sarban.

Sarban bukan satu-satunya penerima. Bantuan serupa diberikan kepada Masniyah (54), warga Desa Kandayakan, serta Parna (71), warga Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi.

Pada Minggu (13/9/2026), Bupati Indramayu Lucky Hakim bersama Ketua Baznas Kabupaten Indramayu Aspuri mengunjungi sejumlah penerima manfaat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi rumah sekaligus kebutuhan penerima bantuan.

Menurut Aspuri, dana yang disalurkan berasal dari ZIS yang dihimpun Baznas dan ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui ZIS yang dihimpun Baznas, kami ingin memastikan manfaatnya kembali kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama untuk membantu mereka memiliki rumah yang lebih layak,” ujarnya.

Sementara Lucky Hakim mengatakan bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan, tetapi juga memberi dampak bagi kehidupan keluarga penerima.

“Kami ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan membawa perubahan nyata bagi kehidupan mereka,” katanya.

Bagi Sarban, perubahan itu barangkali tidak perlu dijelaskan dengan kalimat besar. Rumah yang lebih kokoh, kamar mandi yang berada di dalam, dan tempat tinggal yang tidak lagi membuat khawatir sudah cukup menjadi perubahan berarti.

Kini ia tinggal menunggu rumahnya selesai diperbaiki. Untuk sementara, ia akan tinggal bersama anaknya sambil berharap suatu hari nanti bisa kembali ke rumah yang sama dengan rasa aman yang berbeda.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Indramayu, Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed