Min.co.id | Bandung – Malam di Jawa Barat dipastikan akan berbeda setelah peluit panjang kemenangan berbunyi untuk Persib Bandung. Sorak-sorai Bobotoh menggema, bendera biru berkibar di sudut-sudut kota, dan jalanan dipenuhi wajah-wajah bahagia yang merayakan keberhasilan Persib meraih “hat-trick” juara Liga Nasional Super League Indonesia.
Bagi banyak warga Jawa Barat, kemenangan Persib bukan sekadar tentang sepak bola. Ia adalah kebanggaan, identitas, dan perasaan memiliki yang tumbuh bersama perjalanan panjang klub kebanggaan masyarakat Sunda itu.
Namun di balik euforia yang meluap, aparat kepolisian mengingatkan bahwa kemenangan sejati juga tercermin dari cara merayakannya.
Polda Jawa Barat memastikan akan mengerahkan seluruh personelnya untuk mengawal dan mengamankan rangkaian perayaan kemenangan Persib agar berlangsung aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengajak seluruh Bobotoh untuk menikmati momen bersejarah tersebut dengan cara yang positif dan tidak berlebihan.
“Gunakan kesempatan euforia ini betul-betul dengan cara yang happy. Jangan menggunakan flare, molotov, atau membawa benda-benda tajam. Itu dilarang keras dan kami akan melakukan tindakan penertiban,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Di sejumlah titik di Bandung, suasana perayaan diprediksi dipenuhi ribuan pendukung Persib. Gasibu, Dipatiukur, hingga titik-titik nonton bareng diperkirakan menjadi pusat berkumpulnya Bobotoh yang ingin berbagi kebahagiaan bersama.
Untuk mengantisipasi kemacetan dan penumpukan massa, Ditlantas Polda Jabar telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan membagikan informasi lokasi perayaan kepada masyarakat.
Pengguna jalan diimbau menghindari jalur-jalur pusat keramaian agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Pihak kepolisian juga membatasi perayaan hingga Sabtu malam pukul 23.00 atau 24.00 WIB. Setelah itu, agenda akan dilanjutkan dengan konvoi resmi kemenangan pada hari berikutnya bersama seluruh elemen masyarakat.
Polda Jabar turut mengantisipasi potensi gesekan antar-suporter dengan melakukan penyekatan di sejumlah wilayah seperti Soreang, Rancaekek, Sumedang, hingga Cikoneng.
Langkah tersebut dilakukan agar para pendukung dapat merayakan kemenangan di daerah masing-masing tanpa harus terpusat di Kota Bandung.
Selain itu, kepolisian juga memberikan peringatan keras kepada oknum yang mencoba memancing keributan atau melakukan provokasi terhadap rombongan Bobotoh.
“Kepolisian tidak akan memberikan ampun dan akan menindak tegas secara hukum siapa pun yang melakukan penganiayaan terhadap rombongan konvoi Bobotoh,” tegas Hendra.
Di sisi lain, Bobotoh juga diminta menjaga ketertiban, tidak merusak fasilitas umum, serta menghindari tindakan yang dapat mencoreng perayaan kemenangan Persib.
Bagi masyarakat Jawa Barat, kemenangan Persib sering kali menjadi ruang pelepas emosi kolektif—tentang kebanggaan daerah, solidaritas, dan semangat persaudaraan.
Karena itu, aparat berharap perayaan kemenangan tidak berubah menjadi ruang pelanggaran hukum ataupun ancaman keselamatan publik.
Dalam kesempatan yang sama, Polda Jabar juga menegaskan komitmennya memberantas penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan selama perayaan berlangsung.
Di tengah lautan biru yang bersuka cita, pesan itu sederhana: kemenangan Persib akan terasa lebih bermakna ketika dirayakan dengan damai, aman, dan penuh kebersamaan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat – Diolah Redaksi










Komentar