Min.co.id | Majalengka – Warga Blok Senin, Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki yang mengambang di aliran Sungai Cibuaya, Senin pagi (27/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga berinisial R yang hendak membuang sampah di sekitar lokasi. Ia melihat tubuh laki-laki dalam posisi telungkup di tengah aliran sungai, lalu segera melaporkannya kepada warga lain dan aparat setempat.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian. Personel dari Polsek Jatitujuh bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Majalengka segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kapolsek Jatitujuh AKP H. Yayat Hidayat membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyampaikan bahwa identitas korban telah diketahui berinisial AB (34), seorang wiraswasta yang merupakan warga setempat.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi bersama warga untuk mengevakuasi korban ke darat dan melakukan pemeriksaan awal,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim kesehatan dari Puskesmas Jatitujuh, korban ditemukan dalam kondisi tanpa mengenakan baju dan hanya memakai celana jeans biru. Pada tubuh korban juga terdapat beberapa tanda khusus berupa tato di bagian lengan dan punggung.
Polisi menjelaskan, kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hari sebelum ditemukan. Namun demikian, hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal bukan karena tindak pidana,” jelas Kapolsek.
Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit epilepsi. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berkumpul bersama rekan-rekannya pada Sabtu malam (25/4/2026) dan diantar pulang ke sekitar rumahnya pada Minggu dini hari.
Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.
Polisi memastikan seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur. Meski tidak ditemukan unsur pidana, pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu, serta pentingnya pengawasan lingkungan sekitar.
Penulis: Taufik H
Editor: Redaksi
Sumber: Humas Polres Majalengka (diolah Redaksi)










Komentar