Min.co.id | Sragen – Di balik sebuah jalan cor yang tengah dibangun dalam program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, ada pekerjaan senyap yang justru menjadi penopang utama: talud penahan tanah. Bukan sekadar tumpukan batu, talud ini menjadi garis batas antara jalan yang aman dan ancaman erosi yang setiap saat mengintai.
Di lokasi sasaran fisik TMMD, talud dibangun sepanjang 150 meter di sisi kiri dan kanan jalan cor. Struktur ini dirancang untuk menahan laju tanah agar tidak tergerus air irigasi yang selama ini kerap dikeluhkan warga.
Sebelum ada pembangunan ini, warga sekitar sering menghadapi persoalan serius: tanah dari tepi jalan masuk ke saluran irigasi, menyebabkan air meluap hingga mengganggu akses jalan dan lahan pertanian.
Pasiter Kodim Sragen, Kapten Kav Anang, menjelaskan bahwa pembangunan talud memang menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang sudah lama disampaikan.
Menurutnya, kondisi tanah di lokasi tergolong rawan erosi karena didominasi partikel halus dengan tingkat kepadatan rendah, seperti tanah berpasir dan lanau yang mudah tergerus air.
“Talud ini kita bangun sepanjang 150 meter dengan kedalaman sekitar satu meter untuk memperkuat sisi jalan agar tidak cepat rusak akibat erosi,” ujarnya.
Lebih dari sekadar konstruksi teknis, talud ini menjadi bagian penting dari keberlanjutan jalan yang sedang dibangun, agar tidak hanya kuat secara fisik tetapi juga tahan terhadap kondisi alam di sekitarnya.
Di sisi lain, Suwarno, warga Desa Puro, menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya usulan para petani yang selama ini berharap adanya talud di kawasan tersebut.
Ia menyebut, aspirasi warga akhirnya mendapat respon cepat dan nyata dari TNI melalui program TMMD.
“Matursuwun nggih pak, sudah mengabulkan permohonan kami. Semoga nanti jalan ini bisa membantu memperlancar angkut hasil pertanian,” ungkapnya.
Pembangunan talud ini menunjukkan bahwa TMMD bukan hanya soal membuka akses jalan, tetapi juga menjawab persoalan mendasar masyarakat desa. Di balik batu dan semen yang tersusun, tersimpan harapan agar hasil bumi warga bisa mengalir lebih lancar, tanpa terhambat longsor maupun genangan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Pendim 0725/Sragen (diolah redaksi)










Komentar