Min.co.id | Indramayu — Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, biaya sekolah bisa menjadi beban yang tak ringan. Bagi sebagian orang tua, kebutuhan membeli buku, perlengkapan belajar, hingga ongkos berangkat sekolah harus diperhitungkan dengan cermat.
Bantuan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) senilai Rp500 ribu per siswa diharapkan dapat membantu meringankan beban itu sekaligus menjaga semangat anak-anak untuk terus belajar.
Sebanyak 1.768 siswa dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Indramayu menerima bantuan ZIS dengan total anggaran Rp884 juta. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-499 Kabupaten Indramayu di Panggung Utama Indramayu Expo 2026, GOR Singalodra, Kecamatan Sindang, Senin (12/10/2026).
Bagi para penerima, bantuan ini bukan sekadar uang tunai. Dukungan tersebut diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan pendidikan, mengurangi tekanan ekonomi keluarga, dan memberi ruang bagi siswa untuk lebih fokus menuntut ilmu.
Dalam sambutannya, Lucky Hakim mengingatkan para siswa agar tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, latar belakang keluarga bukan satu-satunya penentu masa depan seseorang.
“Tidak semua orang berasal dari keluarga yang mampu, tetapi kita akan mendapatkan kesempatan dengan cara yang berbeda,” kata Lucky.
Ia juga berpesan agar para siswa tetap rajin belajar, optimistis, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Bantuan yang diterima, lanjutnya, berasal dari para muzaki atau orang yang menunaikan zakat, yang kepeduliannya diharapkan menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus berusaha.
Lucky berharap para penerima bantuan kelak tumbuh menjadi generasi yang berhasil dan mampu memberi manfaat bagi orang lain. Dengan demikian, kepedulian yang mereka terima hari ini dapat diteruskan kepada masyarakat ketika mereka memiliki kesempatan dan kemampuan.
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Indramayu, Aspuri, menjelaskan bahwa setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp500 ribu. Dana tersebut bersumber dari zakat sebesar Rp697 juta dan infak Rp187 juta.
Bantuan menjangkau siswa dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat.
Rinciannya, sebanyak 807 siswa tingkat SD menerima total Rp403,5 juta, 715 siswa tingkat SMP memperoleh Rp357,5 juta, dan 220 siswa SMA/SMK menerima Rp110 juta. Selain itu, enam siswa MTs Negeri mendapatkan total Rp3 juta, sedangkan 20 siswa MA Negeri menerima Rp10 juta.
Menurut Aspuri, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari sinergi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui program Indramayu Berzakat. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah sekaligus mengoptimalkan dana umat bagi kesejahteraan masyarakat.
Aspuri juga menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya. Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dinilai penting agar pengelolaan dana umat dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Bantuan tunai dapat membantu kebutuhan pendidikan dalam jangka pendek. Namun, harapan yang lebih besar adalah agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap memiliki kesempatan belajar dan meraih cita-cita tanpa terlalu terbebani keadaan ekonomi.
Karena itu, keberhasilan program semacam ini tidak hanya dilihat dari jumlah dana yang disalurkan atau banyaknya penerima. Manfaatnya juga perlu tercermin dari ketepatan sasaran, penggunaan bantuan untuk kebutuhan yang mendukung pendidikan, serta keberlanjutan upaya membantu siswa yang membutuhkan.
Melalui program Indramayu Berzakat, BAZNAS dan pemerintah daerah berharap kepedulian masyarakat dapat terus tumbuh dan dikelola secara optimal. Dana zakat, infak, dan sedekah diharapkan bukan hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membuka kesempatan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indramayu.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Diskominfo Indramayu, diolah Redaksi










Komentar