Min.co.id | Indramayu — Anak-anak berlarian di atas pasir, sementara orang tua memilih duduk menikmati angin laut. Sebagian pengunjung datang membawa bekal, lainnya sekadar mencari tempat untuk melepas penat di akhir pekan.
Dengan tiket masuk yang disebut Rp5.000 per orang dan parkir sepeda motor Rp5.000, Pantai Sumber Mas Jaya di Desa Ilir, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, menjadi salah satu pilihan wisata yang relatif ramah kantong bagi keluarga.
Suasana itu terlihat pada Minggu (4/10/2026). Pantai tidak hanya menjadi tempat menikmati laut, tetapi juga ruang berkumpul bagi keluarga dan komunitas yang ingin menghabiskan waktu tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Indri, pengunjung yang mengaku berasal dari Jakarta dan memiliki keluarga di wilayah Cirebon, termasuk yang beberapa kali menyempatkan diri datang ketika pulang ke daerah.
Menurutnya, pantai tersebut cukup menarik untuk membawa anak-anak. Hamparan pasir dan akses yang dapat dilalui sepeda motor membuat perjalanan terasa lebih praktis.
“Pantainya seru, cocok buat akhir pekan sambil membawa anak kecil. Di Indramayu, pantai berpasir dengan akses yang dekat dan bisa dilalui motor seperti ini cukup jarang. Saya senang berkunjung ke sini,” ujar Indri.
Bukan hanya suasana pantai yang membuatnya nyaman. Ia juga menilai kondisi air dan keramahan pedagang di area kantin menjadi nilai tambah.
Namun, menurut Indri, ada fasilitas yang masih perlu ditambah. Saung untuk berteduh serta penyewaan ban atau pelampung untuk anak-anak dinilai akan membuat wisata keluarga lebih nyaman sekaligus membantu orang tua ketika anak bermain di sekitar air.
“Kalau ada fasilitas seperti saung dan penyewaan ban atau pelampung, tentu lebih nyaman, terutama untuk anak-anak,” katanya.
Cerita berbeda datang dari Engkus Supriatna, pengunjung asal Gabus Wetan, Indramayu.
Ia bukan kali pertama datang ke Pantai Sumber Mas Jaya. Selain bersama keluarga, Engkus pernah berkunjung bersama rombongan komunitas Vespa.
Menurutnya, suasana pantai memang cukup nyaman untuk dijadikan tempat berkumpul. Tetapi ada dua persoalan yang menurutnya langsung terasa ketika berada di lokasi: akses menuju pantai dan sampah.
“Akses jalan dan sampah. Itu yang perlu diperhatikan. Suasananya sebenarnya enak, tetapi kalau aksesnya lebih baik dan sampahnya tertangani, tentu pengunjung akan lebih nyaman,” tutur Engkus.
Masukan tersebut menjadi catatan penting karena murahnya biaya berwisata belum tentu cukup membuat pengunjung kembali. Kenyamanan selama berada di lokasi ikut menentukan apakah sebuah destinasi akan direkomendasikan kepada keluarga maupun teman.
Engkus bahkan melihat peluang lain yang bisa dikembangkan. Ia mengusulkan adanya area camping ground sehingga pengunjung tidak hanya datang untuk bermain pasir atau melihat laut, tetapi bisa menikmati suasana pesisir lebih lama.
Konsep tersebut juga dinilai cocok untuk keluarga dan komunitas yang ingin menghabiskan waktu bersama di alam terbuka.
Pantai Sumber Mas Jaya sendiri memiliki sejumlah modal untuk dikembangkan. Hamparan pasir, pepohonan di kawasan pesisir, suasana laut dan akses yang relatif mudah menjadi daya tarik tersendiri.
Tetapi di balik itu, sejumlah pekerjaan rumah masih terlihat dari pengalaman pengunjung.
Akses jalan, kebersihan kawasan, tempat berteduh serta fasilitas keselamatan anak menjadi kebutuhan yang disebut pengunjung. Jika ingin dikembangkan menjadi destinasi yang lebih kuat, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian secara konsisten.
Gagasan camping ground juga membutuhkan penataan yang matang. Bukan hanya menyediakan tempat untuk mendirikan tenda, tetapi juga memastikan sanitasi, kebersihan, keamanan dan kelestarian lingkungan pesisir tetap terjaga.
Sebab, bagi wisatawan keluarga, destinasi wisata bukan semata soal pemandangan.
Anak bisa bermain dengan aman, orang tua bisa duduk dengan nyaman, jalan menuju lokasi tidak menyulitkan dan lingkungan tetap bersih justru menjadi pengalaman yang paling mungkin membuat mereka ingin datang kembali.
Pantai Sumber Mas Jaya punya modal itu. Tinggal bagaimana potensi yang sudah ada tidak berhenti pada keindahan pantainya, tetapi diikuti pembenahan yang dirasakan langsung oleh orang yang datang.(wiwin Hidayat/red)






Komentar