Jangan Biarkan Medsos Memanaskan Indramayu, Warga Diminta Bijak

Min.co.id | Indramayu — Satu unggahan bisa memancing ribuan reaksi, tetapi satu informasi yang keliru juga bisa membuat suasana di tengah masyarakat ikut memanas.

Di tengah derasnya arus kabar melalui media sosial, warga Indramayu diingatkan agar tidak terburu-buru percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Indramayu, Prof. Dr. H. Ahmad Junaedi Karso, mengajak masyarakat bersama-sama menjaga suasana tetap sejuk, aman, dan kondusif.

Menurut Ahmad, media sosial seharusnya menjadi ruang bertukar informasi dan gagasan, bukan tempat memperbesar provokasi maupun menyebarkan berita bohong.

“Saya Prof. Dr. H. Ahmad Junaedi Karso selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Indramayu sekaligus bagian dari masyarakat Indramayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendinginkan suasana dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Ahmad, Rabu (30/9/2026).

Pesan tersebut menyentuh persoalan yang kini dekat dengan kehidupan masyarakat. Informasi dapat diterima hanya dalam hitungan detik melalui grup percakapan, media sosial, maupun berbagai platform digital.

Persoalannya, kecepatan menerima informasi tidak selalu diikuti kepastian bahwa informasi tersebut benar.

Karena itu, Ahmad meminta warga lebih berhati-hati sebelum mempercayai maupun meneruskan sebuah kabar.

“Mari kita bijak dalam bermedia sosial dan jauhi tindakan provokasi serta penyebaran berita bohong,” katanya.

Bagi warga, sikap bijak di media sosial bukan berarti harus diam ketika menemukan persoalan. Kritik dan perbedaan pendapat tetap dapat disampaikan, tetapi sebaiknya didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan disampaikan tanpa mendorong kebencian maupun kekerasan.

Ahmad juga mengingatkan pentingnya peran media dalam situasi seperti itu.

“Fungsi media adalah memberikan edukasi, bukan memberikan provokasi,” ujarnya.

Media, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk membantu masyarakat mendapatkan informasi dan pemahaman yang lebih utuh.

Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran sebagai pembaca sekaligus pengguna media sosial. Sebelum menekan tombol share, warga dapat memeriksa sumber, membaca informasi secara utuh, dan membandingkannya dengan sumber lain yang dapat dipercaya.

Sebab, ketika sebuah informasi yang belum terverifikasi terlanjur menyebar, dampaknya tidak selalu berhenti di layar telepon.

Informasi tersebut dapat memengaruhi hubungan antarwarga dan menciptakan keresahan di lingkungan sekitar.

Ahmad juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan melalui tindakan kekerasan maupun perusakan.

“Jangan sampai melakukan tindak pidana, baik penganiayaan maupun perusakan, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Menurutnya, menjaga keamanan dan kedamaian Indramayu membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, media, hingga warga.

Perbedaan maupun persoalan yang muncul di tengah masyarakat, kata Ahmad, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku.

“Mari kita jaga dan rawat Kabupaten Indramayu agar tetap aman, damai dan semakin sejahtera menuju Indramayu yang reang,” katanya.

Pada akhirnya, menjaga Indramayu tetap sejuk bukan hanya tugas aparat atau tokoh masyarakat.

Dimulai dari hal sederhana  jangan mudah percaya, jangan terburu-buru membagikan kabar yang belum teruji, dan jangan biarkan perbedaan di dunia maya berubah menjadi persoalan di dunia nyata.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Indramayu,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed