Min.co.id | Indramayu — Sebuah kabar yang belum tentu benar bisa menyebar lebih cepat daripada klarifikasinya.
Di tengah derasnya informasi di media sosial, suasana masyarakat pun dapat berubah hanya karena satu unggahan yang dibagikan tanpa terlebih dahulu diperiksa kebenarannya.
Karena itu, menjaga keamanan dan ketenangan Indramayu tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam mengendalikan diri dan tidak ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya.
Ketua DPRD Kabupaten Indramayu Dra. Hj. Nurhayati, M.Pd.I., mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan suasana yang sejuk dan kondusif di tengah kehidupan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Selasa (29/9/2026), dengan penekanan agar masyarakat tidak mudah terpancing tindakan maupun informasi yang dapat memicu ketegangan.
“Mari kita bersama-sama mendinginkan suasana dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” ujar Nurhayati.
Bagi masyarakat, menjaga suasana tetap tenang bukan berarti menghindari persoalan atau menutup ruang kritik. Justru yang dibutuhkan adalah sikap lebih berhati-hati agar perbedaan pendapat tidak berubah menjadi pertengkaran dan informasi yang belum terverifikasi tidak berkembang menjadi keresahan.
Perhatian khusus juga diarahkan pada media sosial.
Setiap hari masyarakat berhadapan dengan berbagai informasi yang datang silih berganti. Tidak semuanya memiliki sumber yang jelas, dan tidak semuanya dapat dipastikan kebenarannya.
Nurhayati meminta masyarakat lebih bijak sebelum menerima maupun menyebarkan informasi.
“Mari kita bijak dalam bermedia sosial dan jauhi tindakan provokasi serta penyebaran berita bohong,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena satu tombol bagikan dapat membuat sebuah informasi beredar ke banyak orang dalam waktu singkat. Ketika informasi itu ternyata keliru, dampaknya tidak selalu berhenti pada layar telepon. Bisa muncul kesalahpahaman, kecurigaan, bahkan ketegangan di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta memeriksa terlebih dahulu informasi yang diterima sebelum meneruskannya kepada orang lain.
Sikap sederhana seperti melihat sumber berita, membaca informasi secara utuh, membandingkan dengan sumber lain, dan tidak terburu-buru mempercayai judul provokatif dapat menjadi langkah awal untuk menjaga ruang publik tetap sehat.
Nurhayati juga mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mempertahankan persatuan, kebersamaan dan sikap saling menghormati.
Menurutnya, keamanan dan kedamaian Indramayu merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.
“Kita jaga Indramayu tercinta dengan aman dan damai,” tuturnya.
Pada akhirnya, suasana sebuah daerah tidak hanya dibentuk oleh apa yang terjadi di jalan atau di ruang-ruang pemerintahan. Percakapan warga di warung, lingkungan tempat tinggal, grup percakapan hingga media sosial juga ikut menentukan apakah sebuah persoalan menjadi tenang atau justru membesar.
Masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, mengkritik dan mempertanyakan persoalan publik. Namun, kebebasan tersebut berjalan bersama tanggung jawab untuk tidak menyebarkan informasi palsu atau provokasi.
Indramayu tentu tidak membutuhkan masyarakat yang diam. Yang dibutuhkan adalah masyarakat yang kritis, tetapi tetap bijak; berani bersuara, tetapi tidak mudah terprovokasi; dan mampu berbeda pendapat tanpa kehilangan rasa saling menghormati.
Sebab menjaga Indramayu tetap aman dan damai bukan pekerjaan satu pihak. Ia dimulai dari cara setiap orang memperlakukan informasi dan memperlakukan sesamanya.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Indramayu, diolah Redaksi










Komentar