Api di Pinggir Rel, Perjalanan Kereta Bisa Mendadak Berhenti

Min.co.id | Madiun – Bagi penumpang kereta api, perjalanan mungkin terasa biasa  duduk di kursi, menikmati pemandangan dari balik jendela, lalu menunggu tiba di stasiun tujuan. Namun dalam beberapa hari terakhir, ada gangguan yang datang dari sesuatu yang tampak sepele api yang membakar ilalang dan lahan di sekitar rel.

Dalam sepekan terakhir, dua kebakaran di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun membuat perjalanan kereta harus mendapat perhatian khusus. Asap tebal dan kobaran api yang mendekati jalur rel bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi dapat memaksa masinis memperlambat bahkan menghentikan perjalanan.

Kejadian pertama terjadi di Km 134+400 jalur hilir petak Stasiun Bagor-Saradan. Api diduga berasal dari pembakaran ilalang oleh orang yang tidak dikenal.

Kobaran api diketahui ketika masinis KA 278 Sritanjung melintas dan melihat api berada di dekat jalur kereta. Informasi tersebut kemudian dilaporkan sebagai potensi gangguan terhadap perjalanan.

Peristiwa serupa kembali terjadi di Km 172+2/3 petak jalan Stasiun Kras-Ngadiluwih. Masinis KA 273 Kahuripan relasi Blitar-Kiaracondong melihat kobaran api di sekitar jalur KA yang disebut berasal dari pembakaran lahan tebu oleh warga.

Angin kencang yang mengarah ke jalur rel membuat situasi menjadi lebih berisiko. Masinis pun mengambil langkah pencegahan dengan melakukan berhenti luar biasa (BLB).

Bagi perjalanan kereta api, keputusan berhenti bukan perkara sederhana. Asap yang menutup pandangan dapat menyulitkan masinis membaca kondisi di depan, sementara api yang merambat ke sekitar jalur berpotensi mengancam perjalanan kereta dan fasilitas perkeretaapian.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama ketika masinis menemukan potensi bahaya di sepanjang perjalanan.

“Keselamatan adalah urat nadi dari seluruh operasional KAI. Sesuai dengan prosedur, masinis yang melihat potensi bahaya kebakaran akan segera melaporkan gangguan tersebut kepada Pusat Pengendali Perjalanan KA (Pusdal),” kata Tohari.

Laporan dari masinis kemudian diteruskan secara real-time kepada petugas yang berkaitan dengan perjalanan kereta, mulai dari unit pengamanan, petugas fasilitas jalan rel hingga masinis kereta berikutnya yang akan melintasi lokasi.

Menurut Tohari, persoalan tidak hanya terletak pada api. Kepulan asap tebal di sekitar rel juga dapat mengurangi jarak pandang masinis.

Jika kondisi dinilai membahayakan, masinis dapat mengurangi kecepatan atau mengambil tindakan penghentian perjalanan secara luar biasa.

“Jika terjadi kebakaran atau kepulan asap tebal di dekat jalur KA, masinis wajib mengambil tindakan preventif dengan mengurangi kecepatan, bahkan menghentikan perjalanan secara luar biasa (BLB) apabila diperlukan,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, KAI Daop 7 Madiun meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran. Sosialisasi juga dilakukan kepada kelompok tani dan masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta.

Sejumlah pos penjagaan turut disiagakan dengan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

KAI juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, jerami, ilalang maupun lahan di sekitar jalur rel, terutama saat kondisi kering dan angin bertiup kencang.

Sebab, api yang awalnya hanya membakar ilalang atau sisa tanaman dapat dengan cepat merembet ke arah jalur kereta.

Aktivitas yang membahayakan keselamatan perjalanan kereta api juga dapat dikenai tindakan hukum sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Kami memohon kerja sama, kesadaran, dan kepedulian masyarakat. Kami ingatkan agar ilalang, lahan, maupun jerami sisa panen jangan dibakar. Angin kencang pada musim kemarau dapat membuat api merembet ke jalur KA dengan cepat,” kata Tohari.

Bagi pengguna kereta, imbauan itu pada akhirnya sederhana: api mungkin hanya berawal dari satu titik kecil di pinggir lahan, tetapi dampaknya bisa dirasakan oleh banyak orang yang sedang berada di dalam perjalanan.

Penulis: Chandra
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas KAI Daop 7 Madiun, Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed