Dari Meja Dialog, Aspirasi Kamtibmas Masuk ke Kapolres Indramayu

Min.co.id | Indramayu – Persoalan keamanan tidak selalu muncul dalam laporan resmi. Sebagian justru diketahui dari percakapan warga dan mereka yang sehari-hari berada di lapangan. Hal itu menjadi salah satu pokok pembahasan ketika Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M., S.I.K., M.Si. bertemu Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) Resor Indramayu dan Sentra Komunikasi (SENKOM) Mitra Polri di Birubhi Resto and Cafe, Karanganyar, Indramayu, Sabtu malam (5/9/2026).

Pertemuan yang diikuti 59 peserta tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi setelah Prianggo menjabat sebagai Kapolres Indramayu. Forum itu juga dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi, membicarakan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta membahas sejumlah kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepolisian.

Sejumlah pejabat Polres Indramayu turut hadir, di antaranya Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bachar, S.T.K., S.I.K., Kasat Narkoba AKP Boby Bimantara, S.Tr.K., S.I.K., M.H., Kasat Lantas AKP Undang Syarif Hidayat, S.H., M.H., dan Kasat Binmas IPTU Tasim, S.I.P.

Dari unsur mitra kepolisian hadir Ketua KBPPP Resor Indramayu Muhammad Nawirudin dan Ketua SENKOM Mitra Polri Asep.

Melalui Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno, Kapolres menyampaikan bahwa komunikasi dengan organisasi mitra kepolisian perlu dibangun secara terbuka. Informasi mengenai persoalan kamtibmas yang ditemukan di lapangan, kata dia, diharapkan segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti.

“Kapolres membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Apabila ditemukan persoalan kamtibmas di wilayah Kabupaten Indramayu, masyarakat maupun mitra kepolisian diharapkan segera menyampaikan informasi agar dapat ditindaklanjuti,” jelas AKP Tarno.

Dari QR33 hingga pelayanan SIM

Salah satu pembahasan datang dari SENKOM Mitra Polri. Ketua SENKOM Asep menyampaikan sejumlah agenda organisasi, termasuk rencana kegiatan ke Kabupaten Sumedang serta keberadaan Tim Quick Response (QR33) yang diarahkan untuk membantu penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas.

Menanggapi hal itu, Kapolres mengapresiasi peran tersebut. Ia meminta Satlantas Polres Indramayu membangun koordinasi dan jalur komunikasi dengan personel di lapangan hingga tingkat polsek agar dukungan terhadap Tim QR33 dapat berjalan sesuai kebutuhan.

Dialog kemudian bergeser pada persoalan pelayanan publik, salah satunya pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat menjelaskan mekanisme ujian SIM saat ini dilakukan dengan prosedur yang harus dipenuhi pemohon. Masyarakat tetap diwajibkan memenuhi persyaratan dan tahapan yang berlaku.

Dalam forum tersebut, ia juga mengingatkan anggota SENKOM agar ikut menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Mengenai penegakan hukum lalu lintas, Undang menyebut sistem yang digunakan antara lain Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Proses penindakan, menurut dia, harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Informasi soal remaja dan senjata tajam

Aspirasi yang disampaikan SENKOM juga menyentuh persoalan kamtibmas di lapangan. Salah satunya berupa informasi mengenai dugaan adanya kelompok remaja yang membawa senjata tajam.

Informasi tersebut muncul dalam forum dialog dan menjadi bagian dari masukan yang perlu ditindaklanjuti oleh kepolisian. Tidak ada kesimpulan dalam pertemuan tersebut bahwa informasi itu telah terbukti sebagai tindak pidana.

Bagi kepolisian, informasi awal dari masyarakat maupun organisasi mitra dapat menjadi bahan untuk melihat potensi gangguan keamanan di wilayah. Namun, setiap informasi tetap membutuhkan pengecekan dan penanganan sesuai prosedur.

KBPPP kembali aktif di Indramayu

Dari unsur KBPPP, Ketua KBPPP Resor Indramayu Muhammad Nawirudin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pertemuan tersebut. Ia menilai komunikasi langsung dengan jajaran Polres penting untuk memperkenalkan kembali keberadaan organisasi sekaligus membangun hubungan kerja yang lebih baik.

Nawirudin menjelaskan, KBPPP telah berdiri di Indramayu sejak 2010. Organisasi tersebut sempat mengalami kevakuman sebelum kembali mengaktifkan struktur melalui Musyawarah Resor.

Dalam pertemuan itu, KBPPP juga menyampaikan kebutuhan untuk memperkenalkan kembali organisasi dan program-programnya kepada jajaran Polres Indramayu serta meminta dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan organisasi.

Kapolres menyambut baik komunikasi tersebut. Menurutnya, KBPPP merupakan bagian dari keluarga besar Polri. Untuk agenda sosialisasi dan kegiatan organisasi, koordinasi selanjutnya akan disesuaikan dengan agenda serta kondisi di lapangan.

Dukungan yang diberikan, kata Kapolres, tetap disesuaikan dengan kemampuan dan ketentuan yang berlaku.

Pertemuan malam itu akhirnya tidak berhenti pada perkenalan. Sejumlah persoalan konkret justru muncul dari meja dialog, mulai dari koordinasi penanganan kecelakaan, pelayanan SIM, penegakan hukum lalu lintas, hingga informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas.

Bagi Polres Indramayu, pola komunikasi seperti ini menjadi ruang untuk menerima informasi dari pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sementara bagi KBPPP dan SENKOM, forum tersebut menjadi kesempatan menyampaikan masukan tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

AKP Tarno mengatakan komunikasi antara Polres Indramayu dengan kedua organisasi tersebut diharapkan terus berlanjut.

“Sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dan mitra Polri sangat dibutuhkan. Semakin baik komunikasi yang terbangun, semakin cepat pula informasi maupun potensi gangguan kamtibmas dapat diketahui dan ditangani,” ujarnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Indramayu,Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed