Min.co.id | Ciamis – Di tengah rangkaian tradisi Nyangku yang masih dijaga masyarakat Panjalu, doa dan penghormatan terhadap leluhur menjadi bagian penting dari perjalanan adat. Salah satunya melalui Samida yang digelar di sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Kegiatan Samida dalam rangkaian Upacara Adat Nyangku 2026 itu berlangsung di wilayah Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Kamis (3/9/2026), mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul di Makam Kramat Ma Isoh Pabuaran. Dari lokasi tersebut, peserta kemudian melanjutkan kegiatan ke Bumi Alit Panjalu dan Makam Kramat Nusa Larang di kawasan Situ Lengkong Panjalu.
Sejumlah unsur masyarakat turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Yayasan Borosngora Panjalu, panitia Nyangku 2026, serta warga Dusun Pabuaran.
Di tengah berlangsungnya ritual adat tersebut, personel Polsek Panjalu turut berada di lokasi untuk melakukan pengamanan. Aipda Dade S melaksanakan pemantauan dan berkoordinasi dengan panitia selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran petugas lebih diarahkan untuk menjaga ketertiban di sekitar lokasi, sekaligus memastikan peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan tanpa gangguan keamanan.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar melalui Kapolsek Panjalu AKP Yaya Koswara mengatakan, pengamanan kegiatan adat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan adat dan budaya,” ujar Yaya.
Menurutnya, komunikasi antara petugas, panitia, dan masyarakat menjadi bagian dari pengamanan kegiatan. Pendekatan tersebut dilakukan agar pengamanan tidak mengganggu jalannya kegiatan adat yang sedang berlangsung.
Bagi masyarakat Panjalu, keberadaan polisi di tengah kegiatan juga dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga suasana tetap tertib. Salah seorang warga Dusun Pabuaran mengaku merasa lebih tenang dengan adanya petugas di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada polisi yang sudah hadir mengamankan kegiatan. Dengan adanya petugas, kami merasa lebih tenang dan kegiatan bisa berjalan dengan tertib,” katanya.
Samida sendiri menjadi salah satu bagian dari rangkaian Nyangku 2026 yang mempertemukan unsur adat, masyarakat, dan tradisi keagamaan. Perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung sebagai seremoni, tetapi juga melibatkan ruang-ruang yang memiliki arti bagi masyarakat Panjalu.
Pengamanan dilakukan sejak kegiatan dimulai hingga selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian Samida berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Bagi masyarakat, kelangsungan kegiatan adat seperti Nyangku juga bergantung pada keterlibatan berbagai pihak. Ketertiban di lapangan menjadi salah satu unsur yang memungkinkan warga mengikuti tradisi tanpa mengurangi kekhidmatan kegiatan.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, diolah Redaksi










Komentar