Air untuk Sawah, Harapan untuk Panen: Irigasi Tersier di Cisaga Mulai Digarap

Min.co.id | Ciamis – Di lahan pertanian, air menjadi salah satu penentu apakah tanaman dapat tumbuh dan petani bisa berharap pada hasil panen. Karena itu, pemeliharaan saluran irigasi menjadi pekerjaan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan warga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Operasi Pemeliharaan Jaringan Irigasi Tersier (OPJIT) yang berlangsung di lahan pertanian Pereng, Dusun Cipurut, Desa Cisaga, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dilaksanakan oleh Kelompok Tani Pereng. Pemeliharaan jaringan irigasi tersebut mendapat dukungan anggaran dari pemerintah melalui APBN 2026 sebesar Rp100 juta.

Pekerjaan dilakukan pada dua titik. Di wilayah Wangunjaya, jaringan yang ditangani memiliki ukuran sekitar 50 meter x 110 sentimeter x 30 sentimeter. Sementara di Dusun Cipurut, pekerjaan mencakup saluran sepanjang 138 meter dengan ukuran 110 sentimeter x 30 sentimeter.

Bagi petani, saluran irigasi bukan sekadar infrastruktur. Saluran tersebut menjadi jalur penting untuk mengalirkan air menuju lahan ketika kebutuhan pengairan tanaman meningkat.

Di tengah aktivitas kelompok tani tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Cisaga Aiptu Susan Hendriana datang melakukan sambang sekaligus memantau kegiatan. Kehadiran polisi lebih diarahkan pada komunikasi dengan warga dan menjaga situasi di lokasi agar tetap aman serta tertib.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Cisaga AKP Misman Asep Zaenal, S.Sos., mengatakan kepolisian mendukung kegiatan pembangunan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, termasuk sarana pengairan untuk pertanian.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang secara langsung berada di tengah masyarakat. Kehadiran anggota dalam kegiatan pembangunan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Misman.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang terpelihara perlu diikuti dengan kepedulian masyarakat untuk menjaga sarana tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Bagi kelompok tani, pemeliharaan saluran juga tidak berhenti ketika pekerjaan selesai. Perawatan dan kepedulian bersama menjadi bagian penting agar saluran tidak kembali mengalami gangguan yang dapat menghambat aliran air ke lahan pertanian.

Seorang petani yang berada di lokasi mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas sekaligus berharap jaringan irigasi yang dikerjakan dapat memberikan manfaat bagi petani.

“Kami berterima kasih karena Bhabinkamtibmas hadir dan ikut memantau kegiatan. Pembangunan irigasi ini sangat membantu petani, sehingga kami berharap dapat dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang lama,” ujarnya.

Kegiatan pemeliharaan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan petani terhadap infrastruktur dasar masih sangat berkaitan dengan hal sederhana: memastikan air dapat mencapai lahan pada saat dibutuhkan.

Karena itu, masyarakat dan kelompok tani diharapkan ikut menjaga saluran yang telah dibangun maupun dipelihara. Jika ditemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan atau aktivitas masyarakat, koordinasi dengan aparat kewilayahan dapat dilakukan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed