Min.co.id | Ciamis – Keamanan sebuah desa tidak selalu dimulai dari patroli atau ketika persoalan sudah terjadi. Di Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, pesan tentang menjaga ketenangan justru dibicarakan dari ruang rapat desa—tempat warga dan pemerintah desa bertemu untuk membahas berbagai persoalan sehari-hari.
Dalam rapat minggon Desa Jagabaya, Rabu (2/9/2026), Bhabinkamtibmas Desa Jagabaya Polsek Panawangan, Bripka Andi Juhandi, hadir di Aula Desa Jagabaya sejak pukul 09.30 WIB. Kehadirannya bukan sekadar mengikuti agenda pemerintahan desa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membuka komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin cepat menerima informasi, persoalan keamanan tidak hanya berkaitan dengan tindak kriminal. Informasi yang tidak benar, ujaran kebencian, provokasi, hingga persoalan kecil yang diselesaikan dengan emosi juga dapat berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Karena itu, dalam pertemuan tersebut Bripka Andi Juhandi mengajak masyarakat menjaga keamanan diri dan lingkungan masing-masing. Warga diminta tidak bersikap pasif ketika melihat perkembangan situasi di sekitarnya, melainkan ikut peduli dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan.
Pesan tersebut menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai pihak yang menerima perlindungan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam menjaga lingkungan tetap aman.
Salah satu perhatian yang disampaikan dalam rapat minggon adalah cara masyarakat menghadapi arus informasi.
Warga diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian. Informasi yang belum jelas sumber serta kebenarannya diminta tidak langsung diteruskan, terlebih jika berpotensi memancing kemarahan atau pertentangan antarwarga.
Sikap tenang dan bijaksana dinilai penting ketika masyarakat menghadapi suatu persoalan. Sebab, sebuah informasi yang keliru dapat menyebar jauh lebih cepat dibandingkan proses untuk meluruskan kebenarannya.
Pesan lainnya berkaitan dengan cara warga menyikapi konflik atau persoalan di lingkungan.
Masyarakat diimbau tidak terpancing emosi dan melakukan tindakan main hakim sendiri. Setiap persoalan diharapkan diselesaikan melalui jalur yang tepat dengan melibatkan aparat atau pihak terkait.
Langkah tersebut penting agar persoalan yang semula bersifat lokal tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih luas.
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Panawangan menyampaikan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas di tengah kegiatan masyarakat menjadi salah satu sarana membangun komunikasi sejak tingkat desa.
“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Kami terus mendorong personel untuk aktif hadir dalam kegiatan desa, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Dengan kepedulian dan partisipasi masyarakat, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Kapolsek Panawangan.
Komunikasi juga tidak berhenti ketika rapat minggon selesai.
Masyarakat Desa Jagabaya diimbau segera menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas, Babinsa, maupun Polsek Panawangan apabila menemukan gangguan kamtibmas atau membutuhkan bantuan kepolisian.
Bagi masyarakat, jalur komunikasi semacam itu penting karena memungkinkan persoalan diketahui lebih awal. Respons yang cepat diharapkan dapat mencegah sebuah persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Salah seorang warga Desa Jagabaya mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas dalam rapat minggon. Menurutnya, penyampaian pesan secara langsung membuat masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga keamanan bersama sekaligus lebih berhati-hati dalam menerima informasi.
“Kami mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas yang selalu mengingatkan masyarakat tentang keamanan dan cara menyikapi berbagai informasi. Pesan-pesan seperti ini penting agar warga lebih waspada, tidak mudah terpancing isu, dan segera melapor apabila ada permasalahan,” ungkapnya.
Rapat minggon mungkin hanya berlangsung dalam sebuah ruangan desa. Namun, persoalan yang dibicarakan menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari: bagaimana menjaga lingkungan, menyaring informasi, menghadapi persoalan tanpa emosi, dan mengetahui kepada siapa harus meminta bantuan ketika masalah muncul.
Di titik inilah kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi bagian dari komunikasi sosial di tingkat paling dekat dengan warga.
Berdasarkan keterangan kepolisian, kegiatan rapat minggon Desa Jagabaya berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Lebih dari sekadar agenda pertemuan, komunikasi antara pemerintah desa, kepolisian, dan masyarakat menjadi salah satu cara membangun kewaspadaan bersama—sebelum gangguan keamanan benar-benar terjadi.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi










Komentar