19 Tahun Menjadi Rumah Sepak Bola, Stadion Galuh Diperiksa Jelang Championship 2026/2027

Min.co.id | Ciamis – Sebelum ribuan pasang mata tertuju ke lapangan dan suara sorak memenuhi Stadion Galuh Ciamis, ada satu hal yang harus dipastikan lebih dahulu: apakah stadion benar-benar siap menjadi ruang yang aman bagi penonton, pemain, dan seluruh pihak yang berada di dalamnya?

Pertanyaan itu menjadi bagian penting dari Risk Assessment Sistem Manajemen Sarana Olahraga Stadion Galuh Ciamis yang dilakukan Polres Ciamis bersama Tim Asesor Polda Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Pemeriksaan tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan pertandingan sepak bola Championship 2026/2027, dengan menitikberatkan pada aspek keamanan, keselamatan, sarana, prasarana, hingga kesiapan teknis stadion.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Pemeriksaan dipimpin Kasubdit Audit Ditpamobvit Polda Jabar AKBP Dr. Bohari, S.H., M.H., dengan melibatkan Tim Asesor Polda Jabar, Kanit Pamobvit Sat Samapta Polres Ciamis, Pemerintah Kabupaten Ciamis, PLN Kabupaten Ciamis, Dinas Pemadam Kebakaran serta penanggung jawab Stadion Galuh.

Mereka tidak hanya melihat kondisi stadion secara kasat mata. Sejumlah aspek yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan penyelenggaraan pertandingan turut ditinjau untuk mengetahui bagian mana yang sudah siap dan bagian mana yang masih membutuhkan pembenahan.

Bagi calon penonton, pemeriksaan semacam ini mungkin berlangsung di balik layar. Namun, hasilnya akan bersentuhan langsung dengan pengalaman mereka ketika memasuki stadion, berada di tribun, menyaksikan pertandingan, hingga meninggalkan lokasi setelah laga berakhir.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si. menilai Risk Assessment penting dilakukan agar berbagai potensi kerawanan dapat diketahui sebelum pertandingan berlangsung.

Menurutnya, identifikasi sejak awal memberikan ruang bagi penyelenggara dan pihak terkait untuk melakukan perbaikan serta memenuhi kebutuhan keamanan dan keselamatan sebelum stadion digunakan untuk pertandingan.

Hasil penilaian menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan assessment sebelumnya. Meski demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dilengkapi oleh panitia penyelenggara.

Beberapa di antaranya berkaitan dengan dokumen pendukung, sarana dan prasarana keamanan serta keselamatan, termasuk perangkat teknis di lapangan yang masih memerlukan penyempurnaan.

Temuan tersebut menjadi catatan penting. Sebab, kesiapan stadion bukan hanya soal apakah pertandingan dapat digelar, tetapi juga menyangkut bagaimana risiko dapat dikendalikan ketika puluhan atau bahkan ribuan orang berkumpul dalam satu tempat.

Karena itu, kepolisian mendorong penyelenggara menyiapkan personel pengamanan secara optimal dan kembali memetakan potensi gangguan yang mungkin muncul selama pertandingan. Koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pengelola stadion, PLN, pemadam kebakaran dan unsur terkait juga diperlukan agar setiap kemungkinan dapat diantisipasi.

Dalam konteks itu, Risk Assessment bukan sekadar pemeriksaan administratif. Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan untuk memastikan bahwa semangat kompetisi di lapangan tidak mengabaikan keselamatan orang-orang yang datang untuk menikmatinya.

Polres Ciamis bersama Polda Jabar dan instansi terkait selanjutnya akan berkoordinasi untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil penilaian. Pembenahan terhadap aspek yang masih kurang menjadi bagian dari persiapan sebelum pertandingan Championship 2026/2027 digelar di Stadion Galuh Ciamis.

Sebab, ketika pertandingan dimulai dan sorak penonton terdengar dari tribun, keselamatan seharusnya bukan lagi menjadi pertanyaan. Ia harus sudah dipastikan sejak stadion belum dipenuhi manusia.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi

 

Komentar

News Feed