Dari Lahan 5 Hektare di Kuningan, Budidaya Bawang Putih Mulai Didorong Jadi Penopang Pangan

Min.co.id | Kuningan – Hamparan lahan pertanian di Desa Karangsari, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, mulai dipersiapkan untuk ditanami bawang putih. Di lahan seluas sekitar 5 hektare pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, program budidaya bawang putih ditargetkan mulai masuk masa tanam pada Agustus 2026.

Persiapan lahan tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto ke Kabupaten Kuningan, Selasa (11/8/2026). Kapolda meninjau langsung lokasi budidaya yang dikembangkan bersama petani lokal sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan.

Dalam peninjauan tersebut, Pipit didampingi Anggota DPR RI Komisi XII H. Rokhmat Ardiyan, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, sejumlah pejabat utama Polda Jabar, CEO Rumah Tani Nusantara Bachtiar, serta petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nusantara.

Ditanam Agustus, Panen Ditargetkan Akhir Tahun

Program budidaya bawang putih itu masih berada pada tahap persiapan. Sarana dan prasarana produksi pertanian menjadi salah satu hal yang diperiksa sebelum kegiatan tanam dimulai.

Berdasarkan rencana, penanaman tahap pertama dilakukan pada Agustus 2026. Jika berjalan sesuai jadwal, bawang putih tersebut diperkirakan mulai dipanen pada November hingga Desember 2026.

Lahan yang berada di wilayah pegunungan dengan ketinggian sekitar 900 mdpl tersebut dinilai memiliki potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura.

Bagi petani, keberhasilan program bukan hanya diukur dari proses penanaman. Ketersediaan sarana produksi, pendampingan, keamanan lahan, hingga kepastian hasil produksi menjadi bagian penting agar kegiatan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kapolda Jabar mengatakan potensi pertanian dan hortikultura di Kuningan perlu dijaga bersama. Menurutnya, kepolisian dapat mengambil peran dalam menciptakan kondisi yang mendukung kegiatan pertanian dan investasi di sektor pangan.

“Jajaran Kepolisian berkomitmen untuk mendukung penuh program ketahanan pangan nasional dengan ikut menjaga ekosistem dan keamanan di sentra-sentra pertanian,” ujar Pipit.

Keamanan Dinilai Penting bagi Sentra Produksi

Pipit menilai keamanan menjadi salah satu faktor yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kegiatan ekonomi, termasuk pertanian.

Ia menyebut kepastian keamanan bagi investasi dan sentra produksi pangan diperlukan agar kegiatan usaha dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Jaminan keamanan investasi dan sentra produksi pangan adalah fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Rokhmat Ardiyan bersama para petani menyambut positif perhatian terhadap pengembangan bawang putih di Kuningan. Kolaborasi antara petani, pemerintah, dunia usaha dan aparat diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Namun, hasil program tersebut masih harus menunggu proses di lapangan. Setelah masa tanam dimulai, keberhasilannya akan ditentukan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi tanaman, ketersediaan sarana produksi, pengelolaan lahan hingga hasil panen.

Jika target berjalan sesuai rencana, lahan 5 hektare di Karangsari akan memasuki masa panen menjelang akhir 2026. Dari lahan tersebut, bukan hanya bawang putih yang diharapkan tumbuh, tetapi juga peluang bagi petani lokal untuk memperkuat usaha pertanian dan ikut menopang ketahanan pangan daerah.

Penulis: Redaksi 
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jawa Barat,diollah redaksi

Komentar

News Feed