Min.co.id | Jakarta – Perjuangan anak melawan kanker tidak hanya terjadi saat menjalani kemoterapi atau mengonsumsi obat-obatan. Di balik proses pengobatan yang panjang, banyak anak juga harus menghadapi perubahan fisik yang dapat mengguncang rasa percaya diri dan kesehatan mental mereka.
Kondisi seperti rambut rontok, perubahan berat badan, hingga perubahan warna kulit akibat terapi kanker kerap membuat anak merasa berbeda dari teman-teman sebayanya. Dampaknya bukan hanya pada penampilan, tetapi juga pada cara mereka memandang diri sendiri.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSUP Persahabatan, dr. Timotus Kevin Pangihutan Manullang, Sp.KJ, menjelaskan bahwa citra tubuh memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis anak.
“Di usia anak, penampilan fisik sangat memengaruhi bagaimana mereka melihat diri sendiri. Ketika anak merasa berbeda dari teman-temannya, itu bisa menjadi pukulan besar bagi citra diri dan kepercayaan dirinya,” jelas dr. Timotus.
Menurutnya, kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat perubahan genetik pada sel sehingga tumbuh tidak terkendali dan merusak jaringan tubuh. Sementara itu, kemoterapi yang bertujuan membunuh sel kanker sering menimbulkan efek samping yang tampak secara fisik.
Perubahan tersebut dapat membuat anak merasa tidak percaya diri hingga menarik diri dari lingkungan sosial apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.
Orang Tua Perlu Mengenali Tandanya
RSUP Persahabatan mengingatkan orang tua agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak selama menjalani pengobatan. Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain anak menjadi mudah tersinggung terhadap komentar orang lain, enggan bermain bersama teman, takut mencoba hal baru, hingga sering mengucapkan kalimat yang merendahkan dirinya sendiri seperti “aku jelek”, “aku aneh”, atau “tidak ada yang mau berteman denganku.”
Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, bukan hanya kesehatan mental yang terganggu, tetapi juga dapat memengaruhi semangat anak dalam menjalani pengobatan.
Pendekatan “Anak Hebat”
Sebagai bentuk dukungan psikologis, RSUP Persahabatan memperkenalkan pendekatan “Anak Hebat” yang dapat diterapkan keluarga selama mendampingi anak menjalani terapi.
Pendekatan tersebut meliputi memberikan apresiasi dan empati terhadap perasaan anak, membangun narasi positif saat berkomunikasi, mengajak anak tetap aktif sesuai kemampuan, serta menunjukkan kasih sayang yang konsisten tanpa memandang perubahan fisik yang dialami.
“Anak perlu tahu bahwa ia dicintai bukan karena rambutnya lebat atau badannya ideal. Ia dicintai karena ia adalah dirinya,” ujar dr. Timotus.
Dukungan Emosional Sama Pentingnya dengan Pengobatan
RSUP Persahabatan menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kanker pada anak tidak hanya bergantung pada terapi medis, tetapi juga membutuhkan dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan terdekat.
Melalui empati, komunikasi yang positif, dan penerimaan tanpa syarat, anak diharapkan tetap mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan optimistis menjalani setiap proses pengobatan.
Orang tua juga diimbau segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja apabila anak menunjukkan tekanan psikologis yang berat selama menjalani terapi kanker.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: RSUP Persahabatan,Diolah Redaksi
Artikel ini diadaptasi dari materi edukasi kesehatan RSUP Persahabatan yang disusun oleh Asvaweni, SKM., M.Kes; Inke Citra Maharani, S.Tr.Kes; dan Jihan Putri Herdiana, S.Tr.Kes, diedit oleh Eryuniyanti, S.Sos., M.I.Kom, serta telah melalui proses telaah (review) oleh Dr. Fetrina, SKM., M.Kes.










Komentar