Tangis Nobar Berujung Luka, Pemkab Majalengka Tanggung Biaya Pengobatan Salsabila

Min.co.id | Majalengka – Suasana nonton bareng pertandingan panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang seharusnya menjadi hiburan penuh kebersamaan, berubah menjadi duka bagi seorang remaja asal Majalengka.

Salsabila Firdaus, warga Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka, harus menjalani perawatan intensif setelah menjadi korban lemparan benda keras saat kegiatan nobar di Lapangan GGM Majalengka, Minggu (10/5/2026).

Di tengah rasa sakit yang dialami korban, perhatian datang langsung dari Pemerintah Kabupaten Majalengka. Bupati Majalengka Eman Suherman mendatangi RS Cideres pada Selasa (12/5/2026) untuk menjenguk sekaligus memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah.

Didampingi Direktur RS Cideres dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Bupati menyampaikan rasa prihatin atas insiden yang menimpa Salsabila.

“Pemerintah Kabupaten Majalengka akan membantu dan menanggung biaya pengobatan korban. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dan menjaga kondusivitas saat kegiatan nobar maupun kegiatan lainnya,” ujar Eman Suherman.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan emosional yang dapat membahayakan orang lain.

“Kita semua tentu ingin kegiatan nobar menjadi hiburan dan ajang silaturahmi. Jangan sampai ada tindakan emosional yang justru merugikan masyarakat lain,” tambahnya.

Peristiwa itu terjadi seusai kegiatan nobar berlangsung. Saat warga masih berkumpul di kawasan Lapangan GGM, tiba-tiba terjadi kericuhan kecil yang berujung pada aksi pelemparan batu ke arah kerumunan.

Nahas, lemparan tersebut diduga salah sasaran dan mengenai bagian mulut Salsabila hingga menyebabkan luka serius pada gigi dan rahangnya.

Keluarga korban, Babam, menuturkan usai kejadian warga sekitar langsung membantu membawa Salsabila ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama.

“Awalnya langsung dibawa ke rumah sakit di Majalengka, lalu dirujuk ke Mitra Prapatan karena kondisinya cukup serius. Tapi karena pengobatan tidak bisa diklaim BPJS akhirnya dibawa pulang dan pengobatan dilanjutkan ke RS Cideres,” ujarnya.

Keluarga mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah yang turun langsung membantu proses pengobatan korban.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan pemerintah daerah khususnya RS Cideres yang sudah datang langsung dan membantu pengobatan anak kami. Mudah-mudahan Salsabila segera pulih,” ungkap keluarga korban.

Saat ini Salsabila masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dialaminya. Pemerintah Kabupaten Majalengka juga terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar penanganan medis korban berjalan maksimal hingga pulih.

Di balik euforia sepak bola, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan sportivitas harus tetap dijaga agar hiburan tidak berubah menjadi musibah.

Penulis: Taufik
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Majalengka – Dioalah Redaksi

Komentar

News Feed