Min.co.id | Indramayu – Hamparan sawah di Blok Buyut Kunir, Desa Juntikedokan, Kecamatan Juntinyuat, tampak lebih hidup dari biasanya. Menjelang musim panen raya, para petani bersama jajaran pemerintah dan petugas pertanian turun langsung ke sawah untuk melakukan ubinan, Senin (4/5/2026).
Di tengah terik matahari dan bulir padi yang mulai menguning, kegiatan tersebut bukan sekadar pengukuran hasil panen. Bagi para petani, ubinan menjadi gambaran harapan atas kerja keras yang mereka rawat sejak masa tanam.
Kegiatan itu dihadiri Camat Juntinyuat Ali Alamudin, Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Juntinyuat Rido Mardianto, petugas POPT, PPL, Koordinator Relawan Revolusi, hingga kelompok tani setempat.
Ali Alamudin mengatakan, ubinan dilakukan untuk mengetahui estimasi hasil panen padi secara lebih akurat melalui pengambilan sampel lahan berukuran 2,5 x 2,5 meter.
“Hasil ubinan menjadi acuan untuk melihat potensi panen sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Lahan milik H. Warnidi, Ketua Kelompok Tani Srikandi Desa Juntikedokan, dipilih sebagai titik sampel pengukuran. Dari hasil ubinan tersebut, diperoleh 56 rumpun padi dengan jumlah anakan mencapai 50 hingga 60 per rumpun dan seluruhnya menghasilkan malai berisi gabah.
Hasil timbangan mencapai 8,7 kilogram yang setelah dikonversikan diperkirakan menghasilkan produktivitas sebesar 13,92 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).
Angka tersebut jauh di atas rata-rata hasil panen di wilayah sekitar yang berada di kisaran 7,7 ton per hektare.
Bagi H. Warnidi, capaian itu bukan hasil instan. Ia menyebut keberhasilan panen didukung penggunaan varietas padi Ciherang Cap Beruang serta pemanfaatan pupuk hayati cair bantuan pemerintah, Extragen, yang membantu memperbaiki kondisi tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.
“Pemberian pupuk dilakukan minimal dua kali, sebelum tanam dan saat awal pertumbuhan, kemudian dilanjutkan pemupukan tabur,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Juntinyuat, Rido Mardianto, menilai data ubinan memiliki peran penting dalam menentukan langkah strategis peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Juntinyuat.
“Data ubinan ini menjadi dasar evaluasi untuk pengembangan produksi padi ke depan,” ujarnya.
Di sisi lain, kehadiran pemerintah kecamatan dan petugas lapangan juga memberikan semangat tersendiri bagi para petani. H. Warnidi mengaku para petani merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus meningkatkan hasil pertanian mereka.
Hal senada disampaikan Koordinator Relawan Revolusi Kecamatan Juntinyuat yang ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia berharap panen raya tahun ini membawa hasil melimpah dengan harga gabah yang baik sehingga kesejahteraan petani ikut meningkat.
Kegiatan ubinan berlangsung penuh antusias dan menjadi gambaran sinergi antara petani, pemerintah, dan petugas lapangan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Diskominfo Indramayu – Diolah Redaksi










Komentar