Magang Usai, Sertifikasi Menanti: Langkah Lanjut 16 Ribu Peserta Program Nasional

Min.co.id | Jakarta – Lebih dari 16 ribu peserta Program Pemagangan Nasional Batch I resmi menuntaskan masa pelatihan yang berlangsung sejak Oktober 2025. Program tersebut ditutup oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam agenda yang digelar di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Penutupan ini bukan akhir, melainkan pintu masuk ke tahap berikutnya. Para peserta kini bersiap menghadapi uji sertifikasi kompetensi—proses yang akan menentukan sejauh mana pengalaman selama magang benar-benar terkonversi menjadi kemampuan yang diakui.

Di hadapan peserta, Yassierli menekankan bahwa pengalaman kerja saja belum cukup jika tidak dibuktikan secara formal.

“Pengalaman itu penting, tapi yang lebih penting adalah pengakuannya. Karena itu, setelah ini peserta akan masuk ke tahap sertifikasi,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut dia, menyiapkan sertifikasi tersebut tanpa biaya. Harapannya, para peserta tidak hanya pulang dengan pengalaman, tetapi juga membawa bukti kompetensi yang bisa langsung digunakan saat bersaing di pasar kerja.

Namun, ia mengingatkan, proses sertifikasi bukan sekadar formalitas. Peserta diminta mempersiapkan diri secara serius sebelum mengikuti uji kompetensi, baik di balai pelatihan milik pemerintah maupun melalui lembaga sertifikasi profesi yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Di balik capaian tersebut, evaluasi program juga mencuat. Salah satu catatan yang muncul adalah soal sebaran peserta yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Ke depan, pemerintah berencana memperluas jangkauan agar kesempatan serupa bisa diakses lebih merata oleh daerah lain.

“Kesempatan tidak boleh berhenti di wilayah tertentu saja,” kata Yassierli.

Tak hanya soal distribusi wilayah, pemerintah juga mulai membuka kemungkinan agar program ini tidak lagi terbatas pada jurusan tertentu. Dengan begitu, lebih banyak lulusan dari berbagai latar belakang dapat ikut serta.

Dari sisi pelaksanaan, keterlibatan perusahaan menjadi faktor penting yang ikut disorot. Sejumlah mitra industri dinilai telah memberikan pengalaman yang cukup substantif, mulai dari penugasan proyek hingga pendampingan langsung di lapangan.

Model seperti itu dianggap lebih relevan karena peserta tidak hanya “menjalani magang”, tetapi benar-benar merasakan ritme kerja yang sesungguhnya.

“Tahun ini fokusnya pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin itu dilengkapi dengan sertifikat dan peluang lebih besar untuk direkrut,” ujar Yassierli.

Seiring dengan itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga terus mengembangkan ekosistem digital ketenagakerjaan melalui platform SiapKerja. Salah satu fiturnya, KarirHub, dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan industri dalam satu sistem yang terintegrasi.

Platform ini diharapkan bisa menjadi jalur lanjutan bagi para peserta setelah menyelesaikan program, sekaligus memperluas akses terhadap informasi lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Program pemagangan ini sendiri tidak diposisikan sebagai kegiatan jangka pendek semata. Pemerintah melihatnya sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berubah.

Acara penutupan ditandai dengan penyampaian apresiasi kepada perusahaan mitra dan para mentor yang selama ini terlibat dalam proses pembinaan peserta.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Sumber: Rilis Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI  (diolah Redaksi)

Komentar

News Feed