Min.co.id | Di tengah panjangnya perjalanan arus balik Lebaran 2026, rasa lelah para pemudik seolah terbayar ketika perjalanan pulang menuju kota tujuan berlangsung lebih lancar dari yang dibayangkan. Rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dan contraflow yang diterapkan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga menghadirkan rasa tenang bagi para pengendara di jalan tol.
Ical, pemudik asal Majalengka yang kembali menuju Jakarta, menjadi salah satu saksi perubahan suasana arus balik tahun ini. Di balik kemudi mobilnya, ia mengaku perjalanan terasa lebih ringan dibandingkan pengalaman mudik pada tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya arus balik itu bikin tegang karena macet panjang. Tapi sekarang lebih lancar, jadi perjalanan terasa lebih nyaman,” tuturnya sambil beristirahat di rest area.
Bagi Ical, kebijakan one way bukan sekadar rekayasa lalu lintas, melainkan solusi nyata yang membuat perjalanan panjang terasa manusiawi. Ia bahkan beberapa kali melihat petugas kepolisian sigap mengingatkan pengendara yang berhenti di bahu jalan demi menjaga keselamatan bersama.
“Saya lihat polisi langsung menegur yang berhenti sembarangan. Itu penting, karena bahu jalan sebenarnya berbahaya,” katanya.
Di rest area darurat yang disediakan selama arus balik, Ical sempat melepas lelah sejenak. Baginya, fasilitas tambahan seperti itu menjadi penyelamat di tengah perjalanan panjang setelah merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Cerita serupa datang dari Bayu, pemudik asal Pangalengan, Bandung, yang menuju Depok. Ia berangkat siang hari dengan kekhawatiran akan terjebak macet panjang. Namun perjalanan justru berjalan mulus.
“Alhamdulillah perjalanan lancar, tidak ada yang stuck. Saat masuk Cikampek ada contraflow dan semuanya tetap mengalir,” ungkapnya.
Bagi Bayu, kehadiran polisi di sepanjang jalur tol memberi rasa aman tersendiri. Ia melihat langsung bagaimana petugas mengatur arus kendaraan sekaligus membantu pengemudi yang kelelahan.
“Petugasnya aktif sekali. Mereka bukan cuma mengatur lalu lintas, tapi juga memastikan perjalanan tetap aman,” ujarnya.
Di balik angka statistik arus kendaraan, perjalanan arus balik sejatinya adalah kisah ribuan keluarga yang kembali ke rutinitas setelah merayakan kebersamaan di kampung halaman. Jalan yang lancar bukan hanya soal kecepatan, tetapi tentang harapan untuk tiba di rumah dengan selamat.
Bayu pun menutup perjalanannya dengan rasa syukur.
“Terima kasih untuk semua yang sudah mengatur perjalanan ini. Tahun ini arus balik terasa lebih tertib dan nyaman,” katanya.
Arus balik Lebaran 2026 menjadi gambaran bagaimana sinergi kebijakan, kesiapan petugas, dan kedisiplinan pengguna jalan mampu menghadirkan perjalanan yang lebih manusiawi bukan sekadar pulang, tetapi kembali dengan rasa aman.
Penulis: Redaksi
Editor: Redaktur Pelaksana
Sumber: Korlantas Polri










Komentar