JAKARTA | Menjelang penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta periode mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan penumpang di berbagai simpul transportasi nasional.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan, Suharto, turun langsung meninjau operasional layanan di Bandara Internasional Yogyakarta dan Terminal Tipe A Tidar untuk memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan bagi para penumpang.
“Kami memastikan seluruh simpul transportasi siap melayani penumpang dengan standar keselamatan dan pelayanan yang baik, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat menjelang mudik,” ujar Suharto, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan di Bandara YIA, tercatat Jumat (13/3/2026) menjadi hari dengan aktivitas penerbangan tertinggi, yakni sebanyak 94 pergerakan pesawat yang melayani sekitar 12.953 penumpang.
Sementara itu, tingkat ketepatan waktu penerbangan atau On Time Performance (OTP) berada di angka 72,3 persen, dengan sebagian keterlambatan disebabkan oleh faktor operasional maskapai. Meski demikian, layanan bandara tetap berjalan normal dengan fasilitas penumpang yang beroperasi sesuai standar pelayanan.
Di sisi lain, peningkatan mobilitas juga terlihat di Terminal Tipe A Tidar Magelang. Aktivitas bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mengalami lonjakan cukup signifikan, dengan jumlah penumpang kedatangan mencapai 2.185 orang, meningkat sekitar 72 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Sedangkan jumlah penumpang keberangkatan tercatat 2.286 orang, naik sekitar 63,17 persen dari hari sebelumnya yang mencapai 1.401 penumpang.
Kenaikan jumlah penumpang tersebut diperkirakan berkaitan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mulai diberlakukan pada 16 Maret 2026, sehingga sebagian masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal sebelum memasuki puncak arus mudik.
Meski terjadi peningkatan mobilitas, kondisi operasional terminal tetap berjalan kondusif. Pengelola terminal juga rutin melakukan ramp check setiap hari guna memastikan kelayakan armada bus, baik dari aspek teknis kendaraan maupun kelengkapan administrasi sebelum keberangkatan.
Dalam kunjungannya, Suharto juga menyoroti peran para taruna dari sekolah-sekolah di bawah Kementerian Perhubungan yang ikut terlibat membantu pelayanan selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Para taruna tersebut bertugas memberikan informasi kepada penumpang, membantu pengaturan alur pelayanan, hingga mendukung operasional posko transportasi.
“Dengan dukungan taruna dan petugas di lapangan, pelayanan kepada masyarakat diharapkan bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Kementerian Perhubungan juga mengimbau masyarakat agar merencanakan perjalanan dengan baik, menggunakan layanan transportasi resmi, serta menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan mudik.
Imbauan tersebut sejalan dengan tema Angkutan Lebaran tahun ini, yakni “Bersama Raih Kemenangan dan Jaga Kesehatan, untuk Mudik Nyaman Bersama.”
Sumber: Infopublik.id
Editor: Redaksi










Komentar