INDRAMAYU | Energi muda yang penuh gagasan ditunjukkan oleh Marsya Azani Zaenuni’am, sosok remaja asal Kabupaten Indramayu yang kini mengemban amanah sebagai Putri Remaja Duta Pendidikan Jawa Barat 2026.
Ia menggagas sebuah gerakan edukatif bernama TAMASYA (Bercerita Bersama Marsya), sebuah ruang kolaboratif bagi remaja untuk belajar percaya diri, mengenali potensi, dan saling menguatkan.
Berbekal pengalaman panjang di dunia hiburan sejak usia dini, Marsya memahami bahwa keberanian tampil harus diiringi kesiapan mental. Dari situlah TAMASYA lahir bukan sekadar kegiatan mendongeng, tetapi metode komunikasi antar-remaja yang membangun kedekatan emosional sekaligus menanamkan nilai motivasi, kreativitas, dan ketahanan diri.
Melalui pendekatan yang ringan namun bermakna, Marsya mengajak generasi muda berbicara tentang mimpi, tekanan sosial, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental. Ia melihat bahwa remaja hari ini membutuhkan ruang dialog yang setara, bukan sekadar nasihat satu arah. “Remaja harus merasa didengar agar mampu berkembang,” menjadi semangat yang diusung dalam setiap kegiatan.
Tak hanya dilakukan secara langsung, gerakan ini juga diperluas melalui media sosial dengan konten inspiratif yang menyasar anak muda. Pesan-pesan positif disampaikan dengan gaya komunikatif agar mudah diterima di tengah arus informasi digital yang begitu cepat.
Dalam kegiatan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Indramayu, Marsya menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang konsisten. Ia berharap TAMASYA dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang menumbuhkan generasi berani bermimpi, sehat secara mental, dan siap memberi kontribusi nyata bagi lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi dan edukasi yang membumi, Marsya ingin membuktikan bahwa anak muda bukan hanya penerus masa depan, tetapi juga pencipta perubahan sejak hari ini. (*)








Komentar