BANDUNG | Langkah cepat penyelamatan dilakukan aparat untuk memulangkan 13 perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Penjemputan para korban dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026, melalui kolaborasi antara Polda Jawa Barat dan Polda Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Upaya ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan sekaligus komitmen negara melindungi warganya dari praktik perdagangan manusia.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan, proses koordinasi lintas wilayah terus dilakukan agar pemulangan berjalan aman dan korban mendapatkan perlindungan maksimal.
“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan korban, memberikan pendampingan, serta mengawal proses pemulangan hingga mereka kembali ke keluarga,” ujarnya.
Kasus ini sendiri ditangani Polres Sikka berdasarkan laporan polisi tertanggal 3 Februari 2026. Aparat kini masih menelusuri kemungkinan adanya jaringan perekrut yang terlibat dalam memberangkatkan para korban dengan modus tawaran pekerjaan.
Para korban diketahui berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat, di antaranya Bandung, Cianjur, dan Indramayu. Sebagian besar masih berusia produktif dan diduga tergiur janji pekerjaan dengan iming-iming penghasilan tinggi.
Setibanya di Jawa Barat nanti, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan, pemulihan psikologis, serta pendampingan sosial sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. Pemerintah juga memastikan para korban mendapatkan perlindungan lanjutan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Selain fokus pada penyelamatan, kepolisian menegaskan akan mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan TPPO. Jika ditemukan keterkaitan pelaku dari wilayah asal korban, proses hukum akan dilakukan tanpa kompromi.
Kasus ini kembali menjadi alarm keras bagi masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja yang tidak jelas legalitasnya. Edukasi, kewaspadaan, dan pelaporan dini menjadi kunci mencegah jatuhnya korban-korban baru.
Di balik perjalanan panjang pemulangan ini, ada pesan kuat yang ingin ditegaskan: negara tidak tinggal diam, dan setiap upaya penyelamatan adalah bentuk nyata bahwa kemanusiaan harus selalu dimenangkan.(*)








Komentar