Tanggul Jebol, 693 Warga Terdampak: Kapolres Ciamis Turun Langsung Bawa Bantuan dan Harapan

CIAMIS | Di tengah lumpur yang masih tersisa dan rumah-rumah yang baru saja terendam, kehadiran Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Ciamis menjadi suntikan semangat bagi warga Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Selasa (10/02/2026).

Banjir akibat meluapnya Sungai Citalahab yang menyebabkan tanggul jebol sepanjang kurang lebih 30 meter itu merendam sedikitnya 9 RT dan 2 RW. Sebanyak 230 kepala keluarga atau 693 jiwa terdampak, terdiri dari 50 lansia, 53 balita, dan ratusan warga lainnya. Dua sekolah, MIN 4 Ciamis dan SDN 1 Bangunsari, ikut terendam dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Sekitar 200 hektare sawah pun sempat digenangi air.

Meski kini banjir telah surut dan tidak ada korban jiwa, jejak kerusakan masih terlihat di sejumlah titik. Kerugian materiil masih dalam pendataan.

Kapolres Ciamis yang didampingi Wakapolres, para Pejabat Utama Polres, Kapolsek Pamarican, personel Sat Samapta satu SST, serta anggota Bhayangkari, langsung menyambangi warga yang mengungsi di Masjid R.A. Nurul Haq. Bantuan sosial berupa paket sembako diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat terdampak.

Tak hanya menyerahkan bantuan, rombongan juga ikut terjun dalam aksi bersih-bersih lingkungan permukiman dan fasilitas umum pasca banjir. Kehadiran aparat di tengah warga menjadi simbol bahwa negara hadir saat masyarakat membutuhkan.

Penanganan banjir ini juga melibatkan unsur TNI, Polri, Tagana, BPBD, serta para relawan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy bersama Dinas PUPR Kabupaten Ciamis turut mengerahkan dua unit excavator dan dua dump truck untuk membersihkan material di sekitar tanggul jebol dan area permukiman.

Sinergi lintas instansi dan elemen masyarakat ini menjadi bukti kebersamaan dalam menghadapi bencana. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.

Di balik genangan yang sempat melumpuhkan aktivitas warga, solidaritas dan gotong royong justru mengalir deras. Dari Kubangpari, semangat bangkit itu kembali tumbuh. (*)

Komentar

News Feed