BANDUNG | Menyongsong pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polda Jawa Barat melalui Subsatgas Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) mengintensifkan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 guna mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat.
Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, 5 Februari 2026, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, dengan menyasar sejumlah titik strategis, di antaranya KM 125 B Tol Cipularang, Simpang Empat Kiaracondong–By Pass Jalan Soekarno Hatta, serta Pool DAMRI Jalan Soekarno Hatta. Sasaran operasi meliputi pengemudi angkutan umum, pengemudi ojek online, hingga masyarakat pemohon layanan di kantor Samsat dan BPKB.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menjelaskan, dalam operasi tersebut petugas melakukan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum di KM 125 B Tol Cipularang.
“Pemeriksaan meliputi kelayakan kendaraan serta kondisi kesehatan pengemudi dan penumpang. Ini dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dan menekan potensi kecelakaan,” jelas Kombes Hendra.
Selain pemeriksaan kendaraan, Subsatgas Kamsel juga melaksanakan sosialisasi Kamseltibcarlantas di Simpang Empat Kiaracondong dan Pool DAMRI. Edukasi diberikan secara langsung kepada pengendara roda dua dan roda empat melalui pembagian leaflet, brosur, serta pemasangan spanduk imbauan keselamatan.
Tak hanya itu, pembinaan dan sosialisasi Kamtibmas turut diberikan kepada para pengemudi ojek online. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta etika berlalu lintas di jalan raya.
Operasi ini juga menyasar masyarakat yang tengah mengurus administrasi kendaraan di kantor Samsat dan BPKB. Melalui penyebaran bahan informasi, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa tertib berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
Polda Jabar berharap, melalui rangkaian kegiatan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 ini, dapat tercipta peningkatan disiplin dan etika berlalu lintas, sekaligus menurunkan angka serta tingkat fatalitas kecelakaan.
“Upaya ini merupakan langkah preventif dan preemtif agar kondisi lalu lintas tetap aman dan kondusif menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada Operasi Ketupat 2026,” pungkas Kombes Hendra. (*)








Komentar