Indramayu | Dinding beton dan pintu baja bukan penghalang untuk menyalakan harapan. Suasana berbeda tampak di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Indramayu pada Selasa, 1 Juli 2025 siang.
Sekitar pukul 13.15 WIB, Rutan yang biasanya penuh kesunyian berubah menjadi ruang belajar keterampilan dalam kegiatan bertajuk “Belajar Bersama” yang digelar oleh Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Indramayu.
Dipimpin langsung oleh Kasat Tahti IPTU Agus Setiyawan, S.H., kegiatan ini diikuti oleh 10 orang perwakilan tahanan, yang antusias menyimak pelatihan pembuatan pengkilat ban kendaraan bermotor. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan untuk membekali para tahanan dengan keterampilan praktis yang bisa digunakan sebagai bekal hidup mandiri usai bebas nanti.
Materi yang diajarkan mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang. Namun bagi para tahanan, racikan bahan pengkilat ban menjadi simbol harapan peluang kecil yang bisa membuka pintu besar menuju kehidupan baru yang lebih baik.
“Tujuan kami sederhana namun mendalam, agar setelah menjalani masa hukuman, para tahanan tidak hanya bebas secara fisik, tapi juga bebas dari belenggu keterbatasan ekonomi,” ujar IPTU Agus.
“Kami ingin mereka kembali ke masyarakat sebagai individu yang lebih siap dan produktif.”
Meski kegiatan bersifat edukatif, keamanan tetap menjadi prioritas. Tiga personel piket jaga tahanan, yakni Aipda Afan Pratidina Atruw, Bripka Herlan Ipriyandi, dan Brigadir M. Syahroni, turut siaga selama kegiatan berlangsung. Seluruh tahanan dalam keadaan sehat secara jasmani dan rohani, dengan sistem CCTV berfungsi optimal dan seluruh pintu tahanan dalam kondisi terkunci.
Program ini mencerminkan komitmen Polres Indramayu dalam menciptakan pendekatan pembinaan yang tidak hanya bersifat hukuman, tetapi juga pemulihan. Dari balik jeruji, para tahanan dilatih untuk melihat peluang dan menyemai harapan baru bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat saat mereka bebas kelak.
“Setiap orang punya hak untuk memperbaiki diri. Dan di tempat ini, kami berusaha memberikan alat untuk itu,” pungkas IPTU Agus Setiyawan dengan optimistis.(*)
Editor : Redaksi Min.co.id








Komentar