Jabar Siap Jadi Pionir Swasembada Pangan Nasional

Min.co.id ~ Bandung ~ Dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Nasional, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah yang berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Acara yang dipimpin oleh Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dengan mengusung enam faktor kunci untuk mencapai swasembada pangan.

Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa dalam rakor tersebut, sejumlah tema penting dibahas, di antaranya terkait infrastruktur irigasi, distribusi pupuk, serta stabilitas pangan.

Ia menekankan bahwa daerah yang kesulitan membangun irigasi akan dibantu oleh pemerintah pusat. “Pembangunan irigasi menjadi prioritas utama. Jika daerah tidak mampu membangun irigasi sendiri, pemerintah pusat siap untuk turun tangan,” ujar Zulkifli.

Sementara itu, Gubernur Bey Machmudin juga menegaskan komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat untuk mendukung penuh inisiatif swasembada pangan.

“Jawa Barat memiliki potensi besar, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga di sektor perikanan dan pengelolaan DAS Citarum. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan kabupaten dan kota di seluruh Jabar untuk memastikan keberhasilan program ini,” kata Bey.

Zulkifli lebih lanjut menjelaskan, pihaknya juga berkomitmen untuk memastikan pupuk tersedia tepat waktu selama musim tanam dan bahwa harga pangan tetap stabil, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025.

“Ketersediaan pangan harus terjaga, dan harga bahan pokok harus stabil agar masyarakat tidak terbebani,” tegasnya.

Rakor tersebut juga dihadiri oleh Menteri KKP, Menteri Lingkungan Hidup, serta sejumlah Bupati/Wali Kota dari 27 daerah di Jawa Barat.

Melalui kerjasama yang solid ini, diharapkan Jawa Barat dapat menjadi pionir dalam mewujudkan Swasembada Pangan yang mendukung ketahanan pangan nasional.

Ke depan, diharapkan Jawa Barat dapat memainkan peran kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, dimulai dari ketahanan pangan yang kuat dan keberlanjutan ekonomi yang inklusif.(*)

Editor : Achmad

Komentar

News Feed