Bahaya Membakar Jerami Padi Bagi Lingkungan

Min.co.id – Indramayu – Perlunya edukasi terkait pemanfaatan jerami padi. Seperti yang diketahui jerami dihasilkan dari hasil panen padi yang terjadi saat musim panen.

Indramayu memiliki sawah kurang lebih 116.000 hektar, rata-rata ditanam dalam setahun 2X, antara April – September musim kering, dan Oktober – Maret masuk musim hujan. Dari hasil tanam permusim menghasilkan jerami. Misalnya 1 hektar sawah mencapai 10 ton jerami yang ditinggalkan.

Basthoni, SP., MM, Pemerhati Pertanian mengatakan bahwa betapa bahayanya dari pembakaran jerami padi. Kurangnya pemahaman dari edukasi tentang jerami padi, membuat petani terkadang lebih mudah untuk dibakar, Sabtu (28/08/2021).

Sebenarnya untuk hal ini, harus ada edukasi berkelanjutan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah setempat, untuk dapat mengedukasi tentang pemanfaat jerami padi.

“Bahaya yang ditimbulkan dari pembakaran jerami padi sendiri berdampak besar bagi lingkungan. Salah satunya menciptakan polusi udara, pemicu kebakaran lahan, dan dapat kehilangan unsur hara pada tanah,” ujar Basthoni.

Basthoni juga berpesan dan berharap agar masyarakat tidak lagi membakar jerami padi, karena jerami padi sebenarnya bisa menjadi manfaat dan memiliki nilai ekonomis sendiri. (Phu)

Komentar

News Feed