Min.co.id – Indramayu – Olahraga sudah menjadi hobinya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dari SD hingga kuliah S2 dirinya mendapatkan beasiswa jalur prestasi.
Iyon Pramulo alias IP, pelatih basket yang memotivasi anak-anak didiknya dengan menanamkan nilai kerjasama tim, kepedulian, sportivitas, membentuk karakter, dan membuat olahraga menjadi hal menyenangkan.
“Olahraga mengajarkan pentingnya kesehatan, kerjasama tim, kepedulian, dan sportivitas. Dari sini saya harus menjadi yang terbaik disalah satu bidang olahraga agar bisa sekolah lebih tinggi dengan jalur beasiswa. Tentu saja supaya meringankan beban orangtua,” ungkap IP yang pernah menjadi mahasiswa berprestasi tiga tahun berturut-turut, tahun 2009-2011.
Pemilik Lisensi B1 Nasional, perwasitan bola basket ini memiliki prestasi di bidang basket dan atletik. Di basket ia juga merupakan pemain Kejuaraan Daerah (Kejurda) Indramayu dengan prestasi Juara 3 POMDA (Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah) Yogyakarta, Juara 1 LIBAMA (Liga Basket Mahasiswa) Yogyakarta, dan Juara 2 Kejurnas Bola Basker antar Fakultas Olahraga Se-Indonesia.
Sementara di atletik, IP pernah menjadi Juara 1 Lari 1500 M Porseni Kabupaten, Juara 1 Halang Rintang 3000 M Pelajar Kabupaten, Juara 1 Lari 1500 M Pelajar Kabupaten, dan Juara 1 Lari 8 KM Pelajar Kabupaten.
Menurut IP, kendala dan kesulitan saat menjadi atlet adalah harus bisa berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan meteri. Sedangkan saat dirinya menjadi pelatih, kendala yang ia hadapi ialah kesabaran ekstra saat menghadapi pemain dan orang tua.
“Dalam sebuah tim, di dalamnya terdapat berbagai karakter yang berbeda-beda. Melalui ego masing-masing, bisa disatukan visi dan misi sehingga bisa menjadi sahabat sejati dan membangun kemistri yang kuat,” ujar IP yang kini memiliki 72 anak didik di bidang olahraga.
Nico, anak didik IP di kelas 12 mengatakan, IP adalah seorang pelatih, ayah, kakak, dan orang tua baginya dan teman-temannya. IP membimbing dan menuntun dari nol sampai bisa dalam segala hal.
“Kami diajarkan untuk tidak takut dengan kekalahan. Dia selalu berkata menang dan kalah itu sudah biasa dalam pertandingan. Kami tidak menangis karena kekalahan. Kami menangis karena kami takut dia kecewa karena kami gagal. Ternyata dia tidak pernah kecewa kepada kami, bahkan dia terus mendorong kami ke depan,” ungkap Nico.
Kepada Min.co.id, IP memberikan pesan untuk anak-anak yang ingin mendalami bidang olahraga, “Jadilah yang berbeda dari yang lain. Maka kalian akan mendapatkan apa yang tidak orang lain dapatkan. Terus berjuangan dan jangan pernah menyerah karena tidak ada yang tidak mungkin,” pesannya. (Andry)





Komentar