Indonesia Juara, Tangis dan Tegang Berujung Penalti: Garuda Tumbangkan Thailand 4-2

Min.co.id | Bandung — Sempat unggul, kemudian disamakan. Sudah berada di posisi tertekan, Indonesia kembali tertinggal pada babak perpanjangan waktu. Ketika harapan mulai menipis, gol Elkan Baggott tiga menit kemudian membuat skor kembali imbang.

Drama belum selesai.

Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Empat eksekutor Indonesia menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Skuad Garuda menang 4-2 sekaligus merebut gelar juara.

Kemenangan itu sontak menjadi kabar yang menggembirakan bagi masyarakat Indonesia, termasuk jajaran Polda Jawa Barat yang ikut menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan tim nasional.

Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia.

“Kami jajaran Polda Jawa Barat mengucapkan selamat atas perjuangan luar biasa Timnas Indonesia yang sukses menjuarai ASEAN Cup 2026. Ini adalah bukti nyata kerja keras dan menjadi kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Pipit, Selasa (6/10/2026).

Dari Unggul hingga Hampir Kehilangan Gelar

Final berlangsung jauh dari kata mudah.Indonesia baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-84 melalui sepakan Dean James. Gol tersebut sempat membuat pendukung Garuda bernapas lega.

Namun keunggulan itu hanya bertahan dua menit.Thailand membalas melalui Iklas Sanron pada menit ke-86 dan mengubah skor menjadi 1-1.

Situasi semakin menegangkan ketika pertandingan memasuki babak tambahan waktu. Thailand bahkan harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya mendapat kartu merah pada menit ke-81.

Alih-alih kehilangan kendali, Thailand justru mampu mencetak gol kedua.Peeradol Chamraratsame membuat Indonesia tertinggal 2-1 pada menit ke-111.

Waktu semakin sempit. Indonesia berada dalam situasi yang memaksa pemain terus mengejar gol penyama.Tiga menit kemudian, harapan itu datang.

Baggott Mengubah Cerita

Menit ke-114 menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan. Elkan Baggott mencetak gol yang membuat skor kembali menjadi 2-2.

Gol tersebut memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.Di titik inilah mental pemain benar-benar diuji.

Empat penendang Indonesia Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott dan Shayne Pattynama—berhasil menjalankan tugas masing-masing.

Sementara itu, dua penendang Thailand, Sarach Yooyen dan Nattaphon Sayriya, gagal mencetak gol Skor akhir adu penalti 4-2 untuk Indonesia Gelar juara pun menjadi milik Garuda.

Kemenangan yang Dirayakan Bersama

Bagi masyarakat, kemenangan tersebut bukan sekadar angka di papan skor. Pertandingan berlangsung dalam waktu panjang dengan perubahan keadaan yang membuat pendukung harus menahan tegang hingga detik terakhir.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, yang juga bertugas sebagai Satgas Humas Operasi Garuda Bakti Kejuaraan ASEAN Cup 2026, ikut memberikan apresiasi.

“Mentalitas Garuda sejati ditunjukkan di lapangan semalam. Meski sempat tertinggal di babak tambahan, mereka pantang menyerah dan berjuang sampai detik terakhir. Selamat untuk Skuad Garuda atas gelar juara ini!” tuturnya.

Kemenangan Indonesia sekaligus memberikan gambaran bahwa pertandingan belum selesai hanya karena sebuah tim tertinggal.

Indonesia sempat berada dalam posisi sulit. Namun gol Baggott tiga menit setelah Thailand unggul mengubah kembali jalannya pertandingan hingga akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Bagi para pemain dan pendukung Garuda, perjalanan menuju gelar juara itu akhirnya memiliki satu kesimpulan sederhana: jangan berhenti sebelum pertandingan benar-benar berakhir.

Indonesia kini bukan sekadar finalis Garuda pulang sebagai juara ASEAN Cup 2026.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Bid Humas Polda Jabar,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed