Min.co.id | Indramayu — Pabrik dan aktivitas industri semakin terasa di Kecamatan Losarang. Bagi pemuda setempat, perkembangan itu bukan sekadar perubahan pemandangan atau bertambahnya aktivitas ekonomi. Di baliknya ada peluang pekerjaan yang bisa dimanfaatkan, tetapi juga risiko jika mereka tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
Persoalan itulah yang ikut mengemuka ketika para pemuda Losarang berkumpul dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI Losarang di Aula Lantai 2 Kantor Kecamatan Losarang, Selasa (6/10/2026).
Muscam tersebut sekaligus menjadi momentum pergantian kepemimpinan KNPI Losarang untuk periode 2026-2029.
Namun, lebih dari sekadar memilih ketua baru, forum itu membawa pekerjaan rumah yang jauh lebih besar: bagaimana pemuda lokal mengambil posisi di tengah perkembangan industri di wilayahnya sendiri.
Jangan Sampai Industri Tumbuh, Pemuda Hanya Menonton
Ketua DPD KNPI Kabupaten Indramayu Khamzah Fansuri mengatakan perubahan yang terjadi di Losarang harus ditangkap sebagai peluang oleh generasi muda.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menunggu kesempatan datang. Kemampuan beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri menjadi modal agar mereka dapat masuk dalam perubahan tersebut.
“Ketika era industri masuk, cara menangkap peluangnya memang harus fleksibel. Cara menangkap peluang dari era industrialisasi ini harus fleksibel,” ujar Khamzah.
Keterampilan, keahlian dan pendidikan, kata dia, menjadi bekal penting bagi pemuda yang ingin mengambil bagian dalam perkembangan dunia industri.
Sebab, pertumbuhan industri tidak otomatis membuat masyarakat lokal mendapatkan manfaat jika tidak dibarengi kesiapan sumber daya manusia.
“Industri masuk juga ketika kita tidak bisa fleksibel, bisa jadi penonton. Ini kemunduran,” katanya.
Peringatan tersebut menjadi relevan bagi Losarang yang tengah berkembang dengan aktivitas industri. Ketika lapangan pekerjaan dan peluang usaha muncul, pemuda setempat dituntut mampu membaca kebutuhan yang ikut berubah.
Ketua Baru Punya Pekerjaan Rumah
Di tengah persoalan tersebut, Muscam akhirnya memilih Ruyanto dari Pemuda Demokrat sebagai Ketua DPK KNPI Kecamatan Losarang periode 2026-2029.
Pemilihan berlangsung melalui pemungutan suara setelah dua nama maju dalam kontestasi. Ruyanto memperoleh 13 suara, sementara Agus Sufyan dari Ansor mendapatkan 8 suara.
Sebelumnya, sebanyak 20 peserta penuh ditetapkan melalui Rapat Pimpinan Paripurna Kecamatan (Rapimpurcam). Setelah proses verifikasi, jumlah peserta yang memenuhi ketentuan menjadi 19 orang, sementara satu OKP hadir sebagai peninjau.
Hasil tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan Didi Warsadi yang menjabat periode 2023-2026.
Didi tidak kembali mencalonkan diri karena terbentur ketentuan usia dalam AD/ART yang disepakati. Usianya kini 41 tahun, sementara batas maksimal yang ditetapkan dalam mekanisme organisasi adalah 40 tahun.
“Saya menjabat satu periode dari tahun 2023 sampai tahun 2026. Untuk kenapa saya tidak mencalonkan untuk dua periode, itu karena AD/ART KNPI sekarang ada batas maksimum usia,” jelas Didi.
Tiga Tahun untuk Membuktikan
Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi awal bagi pengurus baru untuk membuktikan apakah organisasi kepemudaan mampu menjawab persoalan yang sedang dihadapi anak muda Losarang.
Bukan hanya soal kegiatan organisasi, tetapi juga bagaimana KNPI dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk meningkatkan kemampuan, memperluas jaringan dan membaca peluang yang muncul seiring perkembangan wilayah.
Khamzah mengingatkan kepemimpinan baru agar tidak berjalan sendiri. Pemuda perlu membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan merumuskan program yang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
“Teman-teman pemuda harus kompak, harus bersama-sama merumuskan hari ini bagaimana kemudian tiga tahun ke depan ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Didi pun berharap kepengurusan baru dapat meneruskan organisasi sekaligus membawa perubahan bagi pemuda Losarang.
“Harapannya adalah semoga dapat mengemban amanah untuk kepengurusan KNPI yang baru. Terus kibarkan panji-panji KNPI, Pemuda Maju Bangsa Bangkit, juga untuk memajukan para pemuda yang ada di Kecamatan Losarang,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Pergantian Ketua
Muscam DPK KNPI Losarang pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan suara terbanyak.
Di balik pergantian ketua, ada pertanyaan yang akan dihadapi kepengurusan baru selama tiga tahun ke depan: ketika industri berkembang di wilayah Losarang, seberapa jauh pemuda lokal bisa ikut menikmati peluang tersebut?
Jawabannya tidak cukup dengan slogan.
Pemuda membutuhkan keterampilan, pendidikan, akses informasi, jaringan dan keberanian untuk beradaptasi dengan kebutuhan yang berubah.
Jika itu mampu dilakukan, pertumbuhan industri dapat menjadi pintu bagi generasi muda untuk berkembang di daerahnya sendiri.
Tetapi jika tidak, peringatan Khamzah bisa menjadi kenyataan: industri tumbuh di depan mata, sementara pemuda lokal hanya menjadi penonton.
Kini, tantangan itu berada di tangan kepengurusan KNPI Losarang yang baru.(Wiwin Hidayat/red)










Komentar