Bukan Sekadar Duduk di Musyawarah, Polisi Ikut Mendengar Suara Warga Purwajaya

Min.co.id | Ciamis – Rencana pembangunan Desa Purwajaya untuk 2027 tidak hanya dibicarakan di meja pemerintah desa. Perwakilan masyarakat, lembaga desa hingga aparat keamanan ikut berada dalam satu forum untuk membahas kebutuhan yang akan menentukan arah pembangunan desa tahun depan.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) RKPDes 2027 itu berlangsung di Aula Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Rabu (30/9/2026).

Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya, Bripka Dedi Hendriansyah, hadir dalam forum yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut. Kehadirannya bukan untuk menentukan usulan pembangunan, melainkan menjaga komunikasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan berlangsung tertib.

Forum itu dihadiri Camat Purwadadi Hj. Woro Sri Hastuti, S.Pd., Kepala Desa Purwajaya H. Sanen Nurdin beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), MUI, LPM, Karang Taruna, TP PKK, Koperasi KDMP, unsur RT/RW serta tokoh masyarakat.

Dalam musyawarah tersebut, berbagai kebutuhan dan usulan pembangunan dibahas untuk menjadi bahan penyusunan RKPDes 2027. Proses itu menempatkan masyarakat dan unsur desa sebagai pihak yang menyampaikan kebutuhan serta aspirasi yang akan diprioritaskan.

Di tengah forum tersebut, peran Bhabinkamtibmas lebih banyak berada pada sisi yang berbeda: menjaga jalur komunikasi tetap terbuka. Ketika pemerintah desa dan warga berhadapan dengan persoalan keamanan dan ketertiban, aparat kepolisian menjadi salah satu pihak yang dapat diajak berkoordinasi.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan desa merupakan bagian dari tugas membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah desa.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Kepolisian yang memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah desa. Kehadiran dalam Musrenbangdes merupakan bentuk dukungan terhadap proses pembangunan sekaligus memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif,” ujar Tri.

Menurutnya, komunikasi antara aparat, pemerintah desa dan masyarakat diperlukan agar persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dapat diketahui dan dikoordinasikan sejak awal.

Bagi masyarakat, kehadiran aparat keamanan di ruang musyawarah juga memiliki arti praktis. Salah seorang tokoh masyarakat Desa Purwajaya menilai keberadaan Bhabinkamtibmas membuat warga memiliki ruang koordinasi ketika menemukan persoalan yang berkaitan dengan keamanan lingkungan.

“Kami mengapresiasi kehadiran Bhabinkamtibmas. Dengan adanya Kepolisian di tengah kegiatan, masyarakat merasa lebih aman dan dapat berkoordinasi apabila ada hal-hal yang berkaitan dengan keamanan lingkungan,” ungkapnya.

Musrenbangdes kemudian berlangsung hingga selesai dalam suasana aman dan tertib.

Namun, inti dari forum tersebut bukan sekadar memastikan kegiatan berjalan kondusif. Yang lebih penting adalah bagaimana usulan yang muncul dari masyarakat diterjemahkan menjadi prioritas pembangunan Desa Purwajaya pada 2027.

Polisi berada di dalam ruang itu sebagai bagian dari ekosistem desa bukan untuk menentukan apa yang harus dibangun, tetapi untuk menjaga agar komunikasi antara masyarakat dan pemerintah tetap berlangsung dalam suasana aman.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis,Diolah Redaksi

Komentar

News Feed