Minggu Pagi di Lakbok, 12 Jemaat Beribadah Tenang di Tengah Kehadiran Polisi

Min.co.id | Ciamis — Bagi 12 jemaat Gereja Kristen Kerosulan Indonesia (GKKI) di Dusun Citamiang, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Minggu pagi menjadi waktu untuk berhenti sejenak dari kesibukan dan berkumpul dalam ibadah.

Sekitar satu jam, mereka mengikuti kebaktian dengan tema “Hidup sebagai Pribadi yang Membawa Ketenangan”, berdasarkan Kolose 3:15–17. Di luar gereja, sejumlah personel Polsek Lakbok berjaga dan memantau situasi sekitar.

Kehadiran polisi bukan untuk mengganggu kekhusyukan jemaat. Sebaliknya, pengamanan ditempatkan sebagai langkah pencegahan agar kegiatan keagamaan dapat berlangsung tanpa gangguan.

Kebaktian yang dipimpin Pendeta Imam Sumono itu berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WIB. Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto bersama Aiptu Satiman dan Bripda Aditya melakukan pemantauan di sekitar lokasi.

Bagi jemaat, rasa aman ketika berada di tempat ibadah merupakan bagian penting dari kenyamanan menjalankan keyakinan. Karena itu, kehadiran petugas di sekitar gereja menjadi bentuk pelayanan yang sederhana, tetapi memiliki arti bagi mereka yang sedang beribadah.

Pengamanan dilakukan secara terbuka dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Personel memantau situasi lingkungan dan memastikan rangkaian kebaktian berjalan tertib.

Di sisi lain, keamanan tempat ibadah bukan semata-mata tanggung jawab aparat. Pengurus gereja, jemaat dan masyarakat sekitar juga memiliki peran untuk menjaga komunikasi serta memperhatikan kondisi lingkungan.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Lakbok IPTU Tri Widiyanto mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan agama maupun keyakinan.

“Polri berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan pengamanan pada setiap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan masyarakat,” ujar Tri Widiyanto.

Menurutnya, kehadiran personel di tempat ibadah diharapkan dapat memberikan rasa aman sehingga kegiatan berlangsung tertib dan tenang.

Pesan yang dibawa dari pengamanan tersebut sebenarnya sederhana: masyarakat membutuhkan ruang untuk menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir.

Karena itu, toleransi dan kerukunan tidak hanya dibicarakan dalam forum-forum resmi. Ia juga terlihat dari bagaimana setiap orang diberi ruang untuk beribadah dengan aman dan bagaimana lingkungan bersama-sama menjaga suasana tersebut.

Bagi 12 jemaat GKKI Citamiang, Minggu pagi itu akhirnya berjalan seperti yang diharapkan  ibadah selesai, aktivitas berlangsung tertib, dan mereka dapat kembali menjalani kegiatan masing-masing.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi Min.co.id
Sumber: Humas Polres Ciamis, Diolah Redaksi

Komentar

News Feed