SUMEDANG | Kabupaten Sumedang, yang berada di wilayah Jawa Barat, terus meneguhkan jati dirinya sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya. Di tengah arus modernisasi, masyarakat setempat tetap merawat tradisi leluhur sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus identitas yang tidak terpisahkan dari sejarah tanah Sunda.
Berbagai tradisi masih lestari dan dijalankan secara turun-temurun. Ngalaksa, misalnya, menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga. Sementara Hajat Lembur digelar sebagai ungkapan keberhasilan dan harmoni kehidupan masyarakat dalam satu lingkungan.
Di bidang seni pertunjukan, Kuda Renggong tampil sebagai ikon budaya yang memadukan ketangkasan kuda dengan iringan musik dan tarian tradisional. Atraksi ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga daya tarik wisata yang memperkenalkan kearifan lokal kepada khalayak luas.
Kekayaan seni lainnya turut memperkuat identitas budaya daerah, seperti Tari Umbul yang sarat makna kegembiraan dan harapan, Wayang Golek yang menyampaikan pesan moral melalui kisah pewayangan, hingga alunan musik Tarawangsa, Celempung, dan Angklung yang menghadirkan nuansa syahdu dalam setiap pertunjukan.
Tak hanya itu, seni tutur Beluk dan kesenian Terbangan masih dipentaskan dalam berbagai acara adat, sementara Pencak Silat terus diajarkan sebagai warisan yang mengandung nilai kedisiplinan, spiritualitas, dan filosofi hidup.
Pelestarian budaya ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sumedang tidak sekadar menjaga tradisi sebagai peninggalan masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai fondasi untuk membangun masa depan. Pengenalan budaya kepada generasi muda pun terus dilakukan agar warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan dikenal lebih luas.
Di tengah perubahan zaman, Sumedang menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus menghapus tradisi justru dapat berjalan berdampingan, saling menguatkan, dan memperkaya identitas bangsa. (*)










Komentar