Tumpak Sewu, “Niagara”-nya Jawa Timur yang Menyuguhkan Tirai Air dari Lereng Semeru

JATIM | Air Terjun Tumpak Sewu menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan di Jawa Timur yang kerap memikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, air terjun ini kerap dijuluki sebagai “Niagara-nya Indonesia” karena memiliki karakter aliran air bertipe tiered atau menyerupai tirai raksasa.

Air Terjun Tumpak Sewu memiliki ketinggian sekitar 120 meter, dengan puluhan aliran air yang jatuh serentak dari tebing melengkung, menciptakan panorama dramatis dan menakjubkan. Keindahan tersebut semakin sempurna dengan hamparan pepohonan hijau yang mengelilingi kawasan air terjun, memberikan suasana sejuk dan menenangkan bagi para pengunjung.

Nama Tumpak Sewu berasal dari bahasa Jawa, di mana tumpak berarti aliran air dan sewu berarti seribu. Penamaan ini merujuk pada banyaknya aliran air yang seolah tak terhitung jumlahnya saat menyelimuti dinding tebing. Air terjun ini berhulu langsung dari Gunung Semeru dan membentuk aliran Sungai Glidih yang mengalir di wilayah Lumajang.

Tak hanya menyuguhkan satu pemandangan, Tumpak Sewu menawarkan sedikitnya lima spot utama yang menjadi daya tarik wisatawan. Lima spot tersebut meliputi Panorama Tumpak Sewu dari atas tebing, Tebing Perawan dengan kontur batuan eksotis, area utama Air Terjun Tumpak Sewu, Gua Bidadari yang tersembunyi di balik aliran air, serta Telaga Biru yang jernih dan memikat.

Dengan keindahan alam yang masih asri dan lanskap yang memanjakan mata, Air Terjun Tumpak Sewu menjadi destinasi wajib bagi pecinta wisata alam dan fotografi. Pesona “seribu aliran air” ini tak hanya menyajikan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman petualangan yang tak terlupakan di kaki Gunung Semeru. (*)

Komentar

News Feed